Nasional
8 Fakta Unik Seputar Gerhana Bulan Total Blood Moon pada 28 Juli 2018
Gerhana Bulan Total atau Blood Moon akan terjadi pada 28 Juli 2018. Ini sejumlah fakta seputar gerhana bulan tersebut.
Ini akan menjadi gerhana bulan kedua dan terakhir di tahun 2018.
( Baca juga : Inilah Jambret yang Biasa Beraksi di Jalan Tunjungan, Surabaya, Anda Pernah Jadi Korban? )
Yang pertama, gerhana bulan total Super Blood Moon yang pertama tahun ini berlangsung pada 31 Januari 2018.
3. Tidak Perlu Perlindungan Mata
Dikutip dari laman timeanddate.com, gerhana bulan total adalah peristiwa spektakuler dan mudah dilihat dengan mata telanjang.
Tidak seperti gerhana matahari yang butuh kacamata pelindung.
Gerhana bulan dapat dilihat tanpa perlindungan mata khusus.
4. Mengapa Disebut Blood Moon?
ketika terjadi gerhana total, Bulan akan berwarna merah darah atau disebut Blood Moon.
( Baca juga : 5 Kiper dengan Penyelamatan Terbanyak Putaran Pertama Liga 1 2018, Aremania Pasti Ingat Kiper No. 4 )
Melansir TribunJatim.com, fenomena ini terjadi ketika Bulan melewati bayangan Bumi (posisinya Bulan-Bumi-Matahari).
Atmosfer Bumi memfilter dan membiaskan cahaya Matahari sehingga membuat Bulan menjadi berwarna kemerahan.
Menurut Astrofisikawan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin di blognya, manusia yang mungkin ada di Bulan akan melihat Bumi dikelilingi cahaya merah yang dibiaskan atmosfernya.
5. Bulan Berada di Jarak Terjauh dari Bumi saat Gerhana
Saat gerhana Bulan pada 28 Juli 2018 terjadi, posisi Satelit Bumi tersebut akan berada di titik terjauh (apogee) dari planet yang kita huni.
( Baca juga : SBY Sebut Jokowi juga Ingin Koalisi Tapi Penuh Rintangan )
Saat itu, jarak Bulan dan Bumi mencapai lebih kurang 406.100 KM.
Oleh karena itu, peristiwa gerhana yang terjadi akan berlangsung lama.