Surabaya
Inilah Jambret yang Biasa Beraksi di Jalan Tunjungan, Surabaya, Anda Pernah Jadi Korban?
Anda pernah dijambret di Jalan Tunjungan, Surabaya? Mungkin remaja ini pelakunya.
Penulis: fatkhulalami | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Suasana ramai sering terlihat di Jalan Tunjungan, Surabaya.
Tapi, keramaian di Jalan Tunjungan bukan berarti kawasan tersebut aman dari kejahatan.
Ternyata Jalan Tunjngan sering menjadi tempat penjambretan.
( Baca juga : Ngeri! Pelajar dan Mahasiswa asal Surabaya Celaka di Jalur Tengkorak Batu - Pacet )
Polisi telah menangkap Ari Bagas Saputra (18).
Remaja asal Jalan Demak Jaya, Surabaya itu sudah lima kali menjabret di Jalan Tunjungan.

Terakhir, Ari merampas ponsel milik Imam (26), warga asal Driyorejo, Gresik pada Senin (23/7/2018) pukul 02.00 WIB.
( Baca juga : Keluarga Siswi Terancam Lumpuh di Mojokerto Berdamai dengan Pihak Sekolah )
Dalam aksinya, Ari naik motor Mio GT nopol L 5244 YW.
Awalnya Ari menabrak motor korban, lantas merampas ponsel korban.
Saat beraksi terakhir itu, Ari kepergok Tim Anti Bandit Polsek Genteng yang sedang paroli di lokasi.
( Baca juga : Keanehan Perkara Pungli di SMPN 2 Tulungagung, Terpidana Belum Dieksekusi )
Polisi langsung meringkus pelaku.
“Kami tangkap pelaku, dan menyita motor yang menjadi sarananya.”
“Kami juga menyita ponsel milik korban sebagi barang buki,” tutur Kompol Ari Trestiawan, Kapolsek Genteng kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (24/7/2018).
( Baca juga : Pertemuan Prabowo & SBY Hasilkan Sejumlah Kesepakatan, Salah Satunya Soal Peluang Koalisi )
Berdasar pemeriksaan di kepolisian, ternyata Ari merupakan residivis.
Ari pernah ditangkap anggota Polrestabes Surabaya pada 2017.
“Kami masih mengembangkan kasus ini. Siapa tahu tersangka pernah melakukan aksi serupa di lokasi lain,” jelas Ari Trestiawan.
( Baca juga : Khofifah Pidato Kemenangan Tanpa Kehadiran Emil Dardak, Gus Ipul dan Puti Guntur )
Sementara itu, Ari Bagas mengaku menjambret karena tidak memiliki pekerjaan.
Padahal Ari Bagas butuh uang untuk hidup.
“Saya mengambil ponsel, setelah itu ponselnya dijual untuk memenuhi kebutuhan,” tutur Ari Bagas.