Surabaya
Perkenalkan Lagi Konstruksi Sarang Laba-laba untuk Pondasi Bangunan Tahan Gempa
Setelah pemadatan, ditutup beton bertulang. Bentuk pembesian pada pertemuan plat dan kolom seperti sarang laba-laba.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Setelah gempa bumi melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Pulau Bali, para akademisi dan kontraktor kembali mengenalkan dan menunjukkan konstruksi pondasi bangunan dengan nama sarang laba-laba.
Upaya itu digelar lewat seminar di Hotel Novotel, Surabaya, Rabu (15/8/2018).
Konstruksi sarang laba-laba diyakini ramah terhadap getaran gempa bumi.
"Terbukti, dari beberapa gempa di Aceh dan terbaru di Nusa Tenggara Barat, bangunan yang menggunakan konstruski sarang laba-laba masih berdiri," kata Agus B Sutopo, Tim Ahli Pemasaran PT Katama, perusahaan pemilik paten perbaikan konstruksi Sarang Laba-Laba di acara bertema "Architectural Products Workshop" tersebut.
“Kita harus mendesain setiap bangunan memiliki konstruksi tahan gempa karena Indonesia rawan terhadap gempa dan merupakan negara yang terletak di antara lintasan lempeng Asia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia," lanjutnya.
Konstruksi sarang laba-laba ditemukan, antara lain, almarhum Ir Sutjipto yang pernah menjadi Calon Gubernur Jatim dari PDI Perjuangan.
Disebutkan, konstruksi ini dijadikan bahan disertasi di Universite de Technologie de Compiegne (UTC) Prancis.
“Kami bersyukur dengan upaya antisipatif pemerintah dalam menghadapi gempa serta kepedulian pihak-pihak terkait sehingga konstruksi sarang laba-laba makin dipercaya dan menjadi solusi bagi penyedia jasa dalam mengantisipasi resiko gempa,” ungkap Agus.
Banyak kelebihan dalam konstruksi ini, selain pelaksanaan lebih cepat, dalam pembangunan gedung tingkat efisiensinya dengan gedung pada umumnya berkisar 5-30 persen.
Selain itu, konstruksi sarang laba-laba ini ramah terhadap getaran gempa yang melanda Indonesia.
Bahkan, gedung yang menggunakan konstruksi laba-laba yang utuh ini bisa dimanfaatkan untuk dapur umum bagi korban bencana gempa.
“Saat ini ada salah satu bangunan di Nusa Tenggara Barat merupakan bangunan kami. Ini baru mendapatkan kabar dari NTB, kami sangat bersyukur karena gedung hasil karya kami selain tetap berdiri, juga dipergunakan untuk kepentingan kemanusiaan,” terang Agus.
Memang ada sedikit perbaikan atau retak saat terjadi gempa, dan itu masih wajar karena bangunan tetap berdiri tegak dan layak huni.
Tim ahli pemasaran PT Katama asal Surabaya ini mengaku, kebanggaan lain yang dialami karena proses pembangunan dengan konstruksi sarang laba-laba ini tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Sebab, konstruksi sarang laba-laba tidak bergantung pada alat berat dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Desain konstruksi sarang laba-laba tepat untuk bangunan-bangunan dengan ketinggian delapan lantai ke bawah, Apron, Exit Taxiway, jalan dan pergudangan, kondisi ini akan lebih aman bagi pengguna bangunan maupun masyarakat pada umumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/agus-b-sutopo-tim-ahli-pemasaran-pt-katama_20180815_224542.jpg)