Malang Raya
Perlu Uji Kualitas Air Kolam Renang Gajayana
Sejumlah atlet pingsan usai berenang di kolam renang Gajayana, Kota Malang. Makanya perlu menguji kadar kualitas air secara rutin.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sejumlah atlet pingsan usai berenang di kolam renang Gajayana, Kota Malang.
Makanya perlu menguji kadar kualitas air secara rutin di kolam renang tersebut.
“Kalau penggunaan obat seperti kaporit sudah sesuai takarannya, pasti tidak sampai ada kejadian seperti itu,” jelas Dr I Wayan Dasna MSi MEd PhD, dosen Universitas Negeri Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (22/8/2018).
( Baca juga : Pro Kontra Febri Hariyadi, Dihujat Bangsa Sendiri Tapi Dipuji Bangsa Lain )
Sementara itu, penanggungjawab kolam renang UM, Usman Wahyudi menyatakan butuh perawatan intens untuk menjaga kualitas air kolam renang.
Kolam renang UM yang berstandar Olimpiade juga kerap menjadi tempat latihan atlet renang Malang Raya.
Menurutnya, sebelum pengobatan di kolam renang, perlu dicek keasaman (ph) airnya.
( Baca juga : Gempita Bantu Pengasuh Jemur Pakaian, Gisella Langsung Gemas saat Dengar 3 kata Bahasa Inggris Ini )
“Normalnya dibawah 7,2 atau 7. Setelah itu diberi obat untuk mematikan alga,” kata Usman.
Namun perlu diujicoba dulu dengan mengambil air, misalnya 25 liter.
Dengan sample itu bisa dicek reaksinya, seperti dicium, dicicipi, dan sebagainya.
( Baca juga : Inul Daratista Hibur Sapinya yang Nangis Jelang Kurban, Sampai Muncul Lagu Via Vallen Meraih Bintang )
“Saat bikin sample, tunggu reaksinya antara 2-3 jam. Jika tidak bereaksi, maka dikalkulasi penggunaan obat dengan volume air kolam renangnya,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kolam-renang-gajayana-kota-malang_20180819_210303.jpg)