Terpopuler

4 Terpopuler Kemarin: Paspamres Cantik Sidoarjo sampai Foto Jan Ethes Diedit Kaesang

4 Terpopuler Kemarin: Paspamres Cantik Sidoarjo sampai Foto Jan Ethes Diedit Kaesang

Penulis: Insani Ursha Jannati | Editor: Adrianus Adhi
Kolase - Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado
Paspampres Serda Ambar Dwi Klaudiyah 

Tragedi di Taman Kanak-Kanak Tasik Utama, Ayer, Keroh, Malaka, Malaysia pada 30 Juni 2018 ini sempat terekam CCTV.

Dalam video CCTV tersebut terlihat oknum guru tampak memukuli seorang murid yang sedang berbaris.

Lalu dia mengangkat murid lainnya dan menjatuhkan murid tersebut ke atas murid yang lain.

Dalam video lain tertangkap kamera oknum guru dengan seragam yang serupa memukul seorang murid hingga jatuh terjengkang dari kursi tempatnya duduk.

Melalui barang bukti tersebut, dua oknum guru yang berusia 21 tahun dan 40 tahun ditangkap oleh kepolisian Malaysia.

Izin mengajar kedua oknum guru tersebut juga turut dicabut.

Melansir dari Grid.id dalam artikel yang diunggah 22 Agustus 2018, ibu dari seorang korban pemukulan tersebut mengutarakan perasaannya.

Dia mengaku tak kuat menahan perasaannya dan memutuskan untuk membagikan curahan hatinya dalam media sosial.

Akun bernama Nur Hasriha Mohammad ini mengaku bahwa biaya per bulan taman kanak-kanak itu sebesar RM380 atau setara 1,3 Juta rupiah.

Dengan biaya sebesar itu, tentu Nur Hasriha berharap agar anaknya medapatkan perlakukan yang sesuai.

Setiap hari, Nur Hasriha mengantarkan anak-anaknya pergi ke sekolah.

Selama itu Nur Hasriha merasa mereka semua terlihat baik.

Namun, ketika pulang sekolah, anaknya yang bernama Dina mengaku dipukul gurunya.

Kejadian ini membuat Dina pun enggan pergi sekolah lagi.

Awalnya Hasriha mengira hal itu dilakukan gurunya untuk mendidik anaknya tersebut.

Setelah mengetahui video tindak kekerasan yang beredar, Harisha pun merasa menyesal tak mendengar keluhan anaknya selama ini.

Dia mengaku tak menyangka anaknya menderita di sekolah.

Beginilah bunyi curahan hati Hasriha di Sosial Media.

“Asalamualaikum, Berkenaan dengan kasus anak saya, terus terang saya katakan saya tidak bisa menerima apa yang telah dia lakukan pada anak saya.

“saya tidak berpikir siapa pun yang saya percaya dapat merawat anak saya seperti bi***ng

“Kami bukan dari keluarga yang berkecukupan, biaya bulanan yang mahal sebesar RM 380 diharapkan akan sebanding dengan perawatan, bukan dengan cara ini.

“terus terang saya katakan, selama mengirim anak ke sana, para guru selalu terlihat baik di hadapan saya.

“Sampai anak-anak tidak mau sekolah saya hanya berpikir positif saja.”

“Rupanya ini sebabnya anak saya tidak mau pergi ke Sekolah.”

“Dia juga seorang guru di cerita Dina, tapi ceritanya sebelum kejadian (Video viral) saya tidak percaya itu.”

“Dia siap menunjukan ‘guru’ pada saat itu.”

“Suami saya dan saya masih positif, biarkan saja apa yang Dina bicarakan.”

Hasriha juga mengaku bahwa setiap kali dirinya membuka media sosial nya, dirinya maish merasa terhantui oleh cerita Dina dan video tersebut.

Hasriha memutuskan untuk mencari sekolah baru, harapannya adalah agar sekolah yang baru dapat menjaga anak-anak sebagaimana mestinya.

4. Kaesang Edit Foto Jan Ethes, Bikin Warganet Ikut-ikutan

SURYAMALANG.COM - Masih ingat dengan foto fenomenal Jan Ethes, cucu pertama Presiden Joko Widodo saat menyapa khalayak di upacara Kemerdekaan beberapa hari lalu?

Gara-gara foto itu, Jan Ethes bak idola cilik masa kini yang gaet banyak penggemar.

Foto itu kembali menyeruak ke permukaan karena ulah pamannya sendiri, Kaesang Pangarep.

Di dunia maya, duo putra Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep memang terkenal saling lempar banyolan di dunia maya.

Apa pun bahannya, pasti digunakan untuk melawak satu sama lain.

Foto fenomenal Jan Ethes pun jadi 'korban'.

Sehari seusai upacara (18/8/2018) itu, pria yang akrab disapa Kaesang itu membuat cuitan yang tak terima kenapa ponakannya lebih diperbincangkan daripada dirinya.

Bahkan saat Kaesang membagikan cerita lucu, animo masyarakat tak sebesar saat Kaesang membagikan foto Jan Ethes.

Hal itu dia tuliskan pada Selasa, 21 Agustus 2018.

Mengamini permintaan warganet, Kaesang akhirnya berikan foto Jan Ethes.

Kocaknya, itu memang foto Jan Ethes namun bagian kepalanya diubah menjadi kepala ayahnya, Gibran Rakabuming Raka.

Terlebih raut Gibran sedang tersenyum seolah menahan tawa.

Di cuitan tersebut, Kaesang bilang kalau Jan Ethes mirip ayahnya yang langsung ditanggapi Gibran via akun Twitternya @chilli_pari di hari yang sama (21/8/2018).

@Chilli_Pari: Anak siapa ini?

Warga Twitter yang melihat ini seketika tak hanya berikan tanggapan berupa cuitan, tetapi juga foto-foto editan lain.

Misalnya saja akun Twitter @naeyouroppa yang mengedit foto Jan Ethes hingga tampak seperti seorang karakter di game Mobile Legend.

@naeyouroppa: Mirip banget sama hero ML.

Jika Kaesang mengedit foto Jan Ethes dengan wajah Gibran, lain halnya dengan akun @daviesart.

Pengguna Twitter ini justru mengedit foto Jan Ethes dengan wajah Kaesang Pangarep.

@daviesart: Maap maap lho mas.

Rupanya tak hanya foto Jan Ethes yang menjadi sasaran.

Anak kecil berseragam pramuka yang muncul di cuplikan video Opening Ceremony Asian Games 2018 pada Sabtu (18/8/2018) pun jadi sasaran.

Anak itu berikan sentuhan lawak di mini movie tersebut saat dia rupanya diseberangkan oleh seorang Jokowi.

Detik di mana si bocah bertubuh tambun itu melongo itulah yang menjadi bahan editan.

Akun @StevenRianto mengedit foto anak kecil tersebut dengan wajah Kaesang Pangarep.

@StevenRianto: mirip ya sama ini.

Menyadur Tribunwow.com dengan judul Kaesang Pangarep Edit Foto Jan Ethes, Begini Reaksi Gibran Rakabuming

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved