Malang Raya

Akibat Abu Vulkanik Gunung Semeru, Pesawat Garuda Indonesia Tidak Mendarat di Malang

Garuda Indonesia tidak mendarat (landing) di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Sabtu (25/8/2018).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
kompasiana
Pesawat Garuda Indonesia 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Garuda Indonesia tidak mendarat (landing) di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Sabtu (25/8/2018).

Surat yang ditandatangani Station and Service Manager PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Malang, Bambang Purbogegono beredar di kalangan wartawan hari ini.

Dalam surat itu menyebutkan adanya pengubahan rute pesawat Garuda dari Jakarta-Malang ke Jakarta-Surabaya.

( Baca juga : Timnas U-23 Indonesia Gagal di Asian Games 2018, #Saveluismilla dan #Savemilla Banjiri Akun PSSI )

Selain surat itu juga ada pemberitahuan kepada pelanggan.

Berikut ini bunyi pemberitahuan itu :

“PT Garuda Indonesia memberitahukan bahwa penerbangan anda GA 290/25 Agustus 2018 dari Jakarta tujuan Malang mengalami perubahan rute penerbangan menjadi Jakarta tujuan Surabaya dikarenakan alasan erupsi Gunung Semeru.”

( Baca juga : 5 Keputusan Kontroversial Wasit Shaun Evans dalam Laga Timnas U-23 Indonesia Vs Uni Emirat Arab )

Berdasar surat yang dikirim pihak Garuda, pengalihan rute itu terjadi pada pesawat penerbangan GA 290/291 dan GA 292/293.

Alasannya adalah sebagai antisipasi aktivitas erupsi abu vulkanik Gunung Semeru.

Penumpang Garuda dari Bandara Abdulrachman Saleh yang hendak ke Jakarta diangkut memakai bus ke Bandara Juanda.

( Baca juga : Kebakaran di Pasar Pon Trenggalek Hanguskan Ratusan Kios dan Los )

Penerbangan dilakukan dari Bandara Juanda.

Sedangkan penumpang dari Jakarta diturunkan di Bandara Juanda, dan selanjutnya diangkut ke Malang.

Kepala UPT Bandara Abd Saleh, Suharno mengatakan meskipun ada maskapai yang mengubah rute, bukan berarti Bandara Abdulrachman Saleh tutup.

( Baca juga : Pertama Kali Kenakan Sepatu Kets, Krisdayanti Tampil Santai, Harga Outfitnya Hampir Rp 1 M )

“Bandara Abdulrachman Saleh tetap buka. Tidak ada kebijakan penutupan.”

“Karena tidak ada abu, kalau itu disebutkan antisipasi abu vulkanik Gunung Semeru,” ujar Suharno kepada SURYAMALANG.COM.

Menurutnya, antisipasi dari maskapai bermula dari keputusan pilot di udara.

( Baca juga : Ruben Onsu Ungkap Penyakit yang Diidap Wendy Cagur: Kepalanya Sakit Dahsyat )

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved