Nasional
Berita Lengkap Gadis Bali yang Lumpuh Total Mendadak, Terasa Mulai Kursus Bahasa Inggris di Kediri
Nia terjangkit penyakit langka ini saat tengah menempuh pendidikan bahasa di kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur.
Awalnya, pada Kamis (23/8/2018) lalu, terang dia, Nia merasa tangan kirinya tidak bisa bergerak bahkan untuk membuka tutup pasta gigi saja ia tak mampu.
Namun, dikira itu hanya gejala kelelahan biasa dan akhirnya disepelekan.
Lalu, pada keesokan harinya, Nia memanggil Sutawan selaku guru pembina di sana, dan mengatakan bahwa ia tidak mampu berdiri.
"Bahkan tangannya juga tidak mampu bergerak. Ia hanya bisa tidur terlentang di atas tempat tidur. Namun, ia masih bisa tersenyum dan tertawa," terangnya melalui keterangan di laman pengumpulan donasi kitabisa.com.
"Saya masih berpikir bahwa dia kelelahan," akunya sembari berinisiatif mengoleskan minyak ke kakinya bersama teman sekamar lain.
Namun, ia merasa ada keanehan pada kaki Nia. Dicubitlah kaki Nia, namun Nia tidak merasakan apapun.
Seketika, ia langsung membawanya ke RS terdekat.
Saat pemeriksaan hari pertama, terang dia, belum ada tanda-tanda apapun kecuali melemahnya sistem saraf tangan dan kaki, hingga pada titik lumpuh total.
"Esoknya, Nia bahkan sudah tidak bisa menelan makanan bahkan cairan."
"Juga sempat gangguan pernafasan sehingga memerlukan bantuan oksigen. Mengedipkan mata dan bicara saja susah," kata dia.
Esok harinya, lanjut Sutawa, dokter syaraf di RS terdekat mendiagnosis bahwa Nia terserang penyakit GBS dan harus segera dirujuk ke RS Tipe A.
Saat itu, pihak keluarga ingin langsung merujuk pulang anaknya untuk dirawat di Bali saja.
Bahkan, pada malam harinya Nia dinyatakan koma di ruang ICU RSUD Wangaya.
"Langsung dibawa pulang pakai mobil ambulans Sabtu (25/8/2018) pagi, datang di RS Sanglah sekira Minggu malam."
"Namun waktu itu ruangan ICU RS Sanglah sedang full akhirnya langsung dirawat pindah ke RSUD Wangaya," kata ayah Nia, Yastawa saat ditemui di ruang tunggu ICU RS Wangaya, Rabu.