Malang Raya

Guru Tidak Tetap di Kabupaten Malang Dijanjikan Kenaikan Insentif

Kepala Dinas Pendidikan menambahkan, wacana penguatan insentif bagi GTT masih terus dibicarakan

Guru Tidak Tetap di Kabupaten Malang Dijanjikan Kenaikan Insentif
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Ribuan guru tidak tetap atau guru honorer menyerbu gedung DPRD Kabupaten Malang untuk memperjuangkan nasibnya, Kamis (20/9/2018) 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Adanya revisi Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta bakal siap menampung aspirasi guru tidak tetap (GTT).

Alasan GTT untuk terus memperjuangkan nasibnya adalah soal minimnya pendapatan yang mereka terima. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sedang persiapkan kenaikan pendapatan untuk para GTT di Kabupaten Malang  yang jumlahnya sekitar 6.850.

"Rencananya tahun depan kami ada tambahan insentif  untuk seluruh GTT, di Kabupaten Malang," terang M Hidayat selaku kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang, ketika dikonfirmasi Jumat (21/9/2018).

Presentase kenaikannya cukup menggiurkan yakni akan diberikan penambahan insentif yang mengalami kenaikan hingga 100 persen bila berkaca pada jumlah insetif tahun ini.

"Kenaikannya 100 persen ya dibandingkan tahun ini," ujarnya.

Kenaikan insentif tersebut jelas bagai sebuah oase bagi para GTT yang diketahui hanya berpenghasilan sangat minim antara Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribu. Itu pun bergantung pada dana yang diberi BOS (Biaya Operasi Sekolah).

"Gaji kami loh mas ada yang 200 sampai 400 ribu hidup model kayak gimana dapat uang segitu, kami sudah mengabdi lama sekali, tolong kami diangkat PNS harapanya seperti itu," ujar guru perempuan yang mengajar di salah satu sekolah di Kalipare yang enggan menyebutkan namanya kemarin saat demo di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Kamis (20/9/2018).

Kepala Dinas Pendidikan menambahkan, wacana penguatan insentif  bagi GTT  masih terus dibicarakan.

"Terus kita bicarakan, masih kuat untuk penambahan insentif GTT, soal bagamaina nanti sistematikanya jadi mungkin bisa dua kali atau satu kali dibayarkan dalam setahun," tukas M Hidayat.

Jika nantinya rampung soal insentif, secara matematis GTT akan mendapat sekitar Rp 1,2 juta. Plus dari BOS antara Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribu. Sehingga setiap bulan mereka bisa mengantongi antara Rp 1,4 juta sampai Rp 1,6 juta. 

Meski jumlah tersebut masih lebih rendah daripada UMK, setidaknya rencana kenaikan insentif tersebut bisa memperpanjang nafas para GTT. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved