Magetan

Bupati Suprawoto Minta BPJS Segera Bayar Rp 20 Miliar untuk Layanan RSUD Magetan

Selama kurun waktu empat bulan, utang BPJS yang harus dibayar kurang lebih Rp 20 miliar, atau sekitar Rp 5 miliar setiap bulannya.

Bupati Suprawoto Minta BPJS Segera Bayar Rp 20 Miliar untuk Layanan RSUD Magetan
SURYA/DONI PRASETYO
Bupati Magetan Suprawoto di tengah tengah warga Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, saat nyekar di makam leluhur Eyang Ronggo Galih, Kamis (4/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Utang layanan kesehatan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di RSUD dr Sayidiman Kabupaten Magetan yang mencapai Rp 20 miliar akhirnya sampai ke telinga Bupati Magetan.

"Saya minta kalau sudah ada, BPJS segera membayar. Karena RSUD yang merupakan badan layanan umum (BLU) butuh dana itu agar bisa lancar memberikan layanan kepada masyarakat," kata Bupati Magetan Suprawoto seusai acara nyekar di makam Eyang Ronggo Galih, leluhur warga masyarakat Magetan, Kamis (4/10/2018).

Namun begitu, lanjut Bupati, masyarakat tidak perlu risau karena utang itu dilakukan oleh lembaga pemerintah, yang hampir tidak beresiko dan pasti dibayar.

"Dana itu kalau diutang pemerintah, resikonya nol. Jadi tidak perlu khawatir. Tinggal sekarang BPJS kalau memang sudah ada segera membayar klaim RSUD Magetan itu,"ujar Bupati Suprawoto.

Menurut Suprawoto, kalau RSUD benar benar kesulitan anggaran untuk operasional, pastinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan tidak tinggal diam, pastinya akan memberikan talangan.

"Mungkin ini belum ada kesulitan masalah operasional di RSUD. Pemkab Magetan kalau memang RSUD kekurangan anggaran operasional. Sementara ini masih aman," ujar Bupati Magetan Suprawoto.

Sejak Juni hingga September 2018 itu BPJS tidak lagi membayar klaim dari RSUD dr Sayidiman untuk layanan yang diberikan kepada peserta BPJS.

Selama kurun waktu empat bulan, utang BPJS yang harus dibayar kurang lebih Rp 20 miliar, atau sekitar Rp 5 miliar setiap bulannya.

"BPJS itu kepada RSUD selalu menuntut hak kewajibannya. Tapi begitu kami menuntut hak kewajiban, BPJS molor molor," kata Dirut RSUD dr Sayidiman, Magetan dr Yunus Mahatma Andre SpPD.

Menurut Mahatma, mismanajemen di BPJS ini terjadi sejak beberapa tahun lalu dan kasus utang layanan kesehatan BPJS terjadi hampir di seluruh RSUD Indonesia.

"Utang ini menasional, tidak hanya terjadi di Magetan. Dampak utang BPJS itu tentu saja ada pada pelayanan di RSUD," kata Mahatma singkat. 

Tags
Magetan
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved