Malang Raya

Musim Kemarau yang Panjang, Ini Dampak yang Terjadi di Kabupaten Malang

Prakirawan BMKG Karangploso, menjelaskan bulan Oktober diprediksikan sudah mulai masuk musim peralihan.

Musim Kemarau yang Panjang, Ini Dampak yang Terjadi di Kabupaten Malang
IST
Dampak Kekeringan di Kabupaten Malang, sebuah sebuah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, terbakar, Sabtu (6/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kehadiran musim hujan tampaknya masih terasa cukup lama. Pasalnya, musim kemarau masih diprediksi terus berlanjut sampai bulan Oktober.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klimatologi, Karangploso, Kabupaten Malang menyebut kemarau akan relatif rata terjadi sampai bulan Oktober. 

Hana Amalina, selaku Prakirawan BMKG Karangploso, menjelaskan bulan Oktober diprediksikan sudah mulai masuk musim peralihan. Pada bulan ini juga, cuaca menjadi lebih panas

"Musim hujan diperkirakan mundur dan puncak kemarau terjadi di bulan Oktober. Meski panas suhu diprediksi masih berada di sekitar 32° Celcius tapi itu tak ekstrem," terang Hana Amalina ketika ditemui di sebuah acara di kawasan ladang tebu Bantur, Kabupaten Malang beberapa lalu.

Kemarau panjang sepertinya akan menjadi momok  masyarakat, berikut SURYA sajikan dampak yang saat ini muncul di Kabupaten Malang akibat kemarau yang perlu disikapi.

Kekurangan Air

Musim kemarau panjang yang terjadi tahun ini mempengaruhi kebutuhan air bersih masyarakat.  

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, mencatat sejak bulan lalu kekurangan air bersih mulai terlihat.

Wilayah kecamatan Jabung dan Kecamatan Singosari sejauh ini menjadi wilayah yang butuh pasokan air bersih.

Tak heran ribuan KK di wilayah tersebut bergantung pada tersedianya air bersih.

Halaman
1234
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved