Malang Raya

Mobil Listrik Universitas Negeri Malang Bisa Dimanfaatkan saat Car Free Day

Enam mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) sedang menyelesaikan Mobil Listrik (Molis) UM

Mobil Listrik Universitas Negeri Malang Bisa Dimanfaatkan saat Car Free Day
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Mahasiswa menunjukan mobil listrik buatannya di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang (UM), Senin (8/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Enam mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) sedang menyelesaikan Mobil Listrik (Molis) UM. Mobil ramah lingkungan ini memakai energi surya dan baterai. Sehingga tak mengeluarkan polusi. Mobilnya memiliki enam kursi.

"Rencananya nanti kami serahkan ke universitas. Mungkin bisa dipakai birokrasi saat ada tamu atau mahasiswa saat car free day, terserah," jelas M Aziz Kurniawan, koordinator manufaktur kepada SURYAMALANG.COM saat bertemu di bengkel kampus, Senin (8/10/2018).

Setiap Jumat, kampus UM memberlakukan car free day. Sehingga kendaraan diparkir di titik tertentu. Sementara untuk masuk di dalam kampus dengan cara jalan kaki atau sepeda kayuh. Dikatakan Aziz, Mobil Listrik UM didanai UM lewat LP2M dengan sumber dari PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) 2018.

Dana hibah yang disetujui sebanyak Rp 135 juta. "Awalnya setiap jurusan diminta membuat produk sekaligus buat penelitian," jelas Aziz.

Mahasiswa mengerjakan proyek ini sejak Juni 2018 lalu. Untuk panel suryanya akan dipasang di atas mobil. Sedang untuk baterai, jika usai diisi selama tiga jam, maka bisa dipakai selama tiga jam.

Per penumpang maksimal bobotnya 80 kg. Saat ini, mobil dalam tahapan finishing. Pada Jumat mendatang (16/10/2018) akan diujicoba di kawasan kampus UM saat car free day. Selanjutnya akan dilaunching pada Senin pekan depan saat HUT Fakultas Teknik UM.

Mobil Listrik UM kerap dibilangi bus tayo oleh mahasiswa. Bus tayo adalah karakter di serial TV dimana busnya bisa bicara. Body mobil sedang diberi stiker hijau. Bahan body mobil dari fiberglass dan kayu. Sedang mobil umumnya dari bahan seng. "Kami kesulitan untuk teter body," akunya.

Panjang mobil empat meter dan lebar 140 cm. Selain Aziz, lima mahasiswa yang terlibat adalah Ilham Azizi, Yogi Setyawan, Rio Setyohadi, Dani Prasetya dan Choirul Rizal. Dijelaskan dia, saat ujicoba masih terasakan kekurangan pada suspensi.

"Kendala lainnya ya pada jadwal kuliah sambil mengerjakan ini," papar dia.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved