Jumat, 24 April 2026

Surabaya

Melihat Ruang CCTV Pendeteksi Wajah, Tidak Melayani Deteksi Pasangan Selingkuh

Sejauh ada izin dari pimpinan saya patuh. Saya terus terang cemas kalau CCTV ini dimanfaatkan untuk mendeteksi pasangan selingkuh.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: yuli
ahmad zaimul haq
PENGENAL WAJAH - Petugas mengamati rekaman cctv perekam wajah di ruang CCTV Terminal Purabaya, Bungurasih Sidoarjo, Rabu (10/10/2018). Pemkot Surabaya menyiapkan CCTV perekam wajah yang akan disebar di sejumlah tempat di Kota Surabaya. CCTV ini akan membantu dalam melacak pelaku kejahatan dan kriminal, mencari orang hilang, hingga menangkap pelaku teroris dan buron. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sinyal tiba-tiba berbunyi saat seorang melintas. Notifikasi di layar monitor terlihat saat wajah salah seorang ter-capture. Bersamaan itu pula, petugas langsung memusatkan perhatian pada sosok ini. 

Demikian gambaran cara kerja CCTV pendeteksi wajah yang sudah dioperasikan di Terminal Purabaya. Saat ini dikembangkan di Kota Surabaya. Nantinya hasil deteksi wajah itu akan terintegrasi dengan command center 112 di gedung Siola.

"Wajah sosok itu bunyi karena dia yang selama ini dicari (bisa pelaku DPO atau orang hilang). Kami sudah menyimpan foto orang ini sehingga otomatis saat melintas dan terdeteksi, kamera CCTV akan berbunyi," terang Harlan Satria, petugas di Ruang CCTV pendeteksi wajah di Terminal Purabaya saat ditemui SuryaMalang.com, Minggu (14/10/2018).

Operator CCTV pengenal wajah di Terminal Purabaya ini men-setting dengan cara memberi bunyi pada sosok DPO atau sosok pelaku yang dicari.

Daya deteksi wajah ini kemampuannya antara 70 persen hingga 100 persen. Begitu sosok ini terekam sehingga menimbulkan bunyi, petugas akan fokus pada sosok ini. 

"Kami contohkan Agus, sosok cleaning service ini. Itu diumpamakan dia adalah pelaku. Kami sebelumnya sudah menyimpan foto Agus sehingga hasil capture di monitor menimbulkan  bunyi," urai Harlan sambil menunjukkan layar monitor. 

Detik itu juga foto hasil capture dengan foto lama tersanding. Karena sangat identik dan persis itulah, sistem menunjukkannya dengan bunyi.

Untuk memastikan sekali lagi, Harlan pun memutar kembali video utuh melalui CCTV. Mulai sosok Agus masuk terminal Purabaya hingga persis di atas tangga eskalalator ter-capture.

Di terminal ini ada 16 titik yang diawasi CCTV pendeteksi wajah. Sebab terminal besar ini sangat rentan aksi kejahatan. Mulai copet hingga calo sehingga sangat tepat jika dipasang CCTV pengenal wajah.

Selain itu banyak pula pelaku kriminal bisa jadi melintas di terminal untuk keluar kota.

Saat ada bunyi itu, petugas akan fokus pada hasil capture foto tadi. Hasil foto yang identik persis itu bisa langsung disampaikan ke Petugas Polisi jika dia adalah DPO. Atau bisa juga jika prtugas menunggu di ruang CCTV bisa langsung mencegat dan mengamankan pelaku DPO yang dicari tersebut.

Namun tidak semua orang bisa masuk ke Ruang CCTV pendeteksi wajah itu.

Saat SuryaMalang.com berkunjung ke ruang ini, tampak dua operator siaga. Mereka menjaga betul agar sistem tetap berjalan maksimal karena mulai pagi, siang, malam hingga pagi lagi CCTV terus meng-capture wajah penumpang.

Dalam sekali sorot, kamera CCTV bisa menyimpan wajah puluhan orang. Akurasinya juga terjaga.

Bahkan saat berdesakan pun wajah satu per satu yang melintas akan terekam dan tercapture. Jika tak tercapture di tangga eskalator bisa tercapture di ruang tunggu atau ruang lain. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved