Jombang

Bermasalah di Sidoarjo, Lapindo Brantas Beroperasi di Jombang

Kegiatan Lapindo Brantas Inc menyisakan masalah besar di Sidoarjo, dan kini bergeser ke Jombang, kota di barat Sidoarjo.

Bermasalah di Sidoarjo, Lapindo Brantas Beroperasi di Jombang
sutono
Kepala Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Undar Dr Junaidi.(sutono) 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Kegiatan Lapindo Brantas Inc menyisakan masalah besar di Sidoarjo, dan kini bergeser ke Jombang, kota di barat Sidoarjo.

Akademisi lokal pun mendukungnya. Katanya, kegiatan usaha hulu minyak dan gas (migas) di Blok Brantas yang kini dikerjakan Lapindo Brantas Inc, tepatnya di Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Jombang, diyakini akan berdampak positif untuk mendongkrak ekonomi masyarakat. 

Hal itu diungkapkan Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Darul Ulum Jombang Dr Junaidi MSi.

Akademisi ini mengatakan, Kecamatan Kesamben yang masuk dalam kawasan blok utara Jombang, akan berubah menjadi industri yang massif, sesuai rancangan tata ruang wilayah (RTRW) pemkab setempat.

"Rancangan Kabupaten Jombang membangun industrinya di kawasan utara. Kalau Lapindo jadi produksi di sana, ekonomi masyarakat bisa tumbuh pesat. Misalnya, tumbuhnya usaha baru yang mendukung," kata Junaidi kepada SuryaMalang.com, Kamis (18/10/2018).

Menurut Junaidi, dari kacamata ekonomi, hadirnya kegiatan migas di Blok Brantas akan berdampak kepada tumbuhnya sektor ekonomi lain, baik yang mendukung industri (migas) maupun pelengkap dari industri itu sendiri.

"Di situ juga akan melibatkan masyarakat di bidang ekonomi. Masyarakat juga bisa membuka usaha baru. Misalnya jasa yang mendukung industri itu, penginapan atau makanan misalnya. Itu juga peluang bagi masyarakat sana," terang yang juga pengajar di Fakultas Pascasarjana Undar ini.

Junaidi juga menyampaikan, hasil dari kegiatan migas ini akan bisa membantu pemerintah dalam hal pendapatan daerah. Dimana hasil dari pendapatan tersebut, akan kembali untuk kepentingan masyarakat.
Junaidi juga menerangkan, suatu industri harus tetap berjalan di era industrialisasi saat ini, dengan memberi dampak positif di semua aspek.

"Kalau orang ekonomi melihatnya, ini (industri) tetap harus berjalan. Tetapi dengan persyaratan yang ketat, dan harus bisa memberikan nilai tambah, imbal balik ke masyarakat. Imbal balik ekonomi dan imbal balik sosial," pungkasnya.

Penulis: Sutono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved