Blitar

Terbentur Aturan, Proyek Jaringan Fiber Optic Senilai Rp 10 Miliar Dibatalkan

Lelang jaringan fiber optic masuk jasa lain. Tetapi, ada aturan baru yang menyebutkan lelang fiber optik masuk jasa konstruksi.

Terbentur Aturan, Proyek Jaringan Fiber Optic Senilai Rp 10 Miliar Dibatalkan
Istimewa
Ilustrasi: CCTV yang dapat menggunakan jaringan fiber optic 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pemkot Blitar batal membangun jaringan fiber optic pada tahun 2018. Ini setelah lelang pembangunan fiber optic tidak dapat dilaksanakan karena terbentur aturan baru.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Blitar, M Aminurcholis mengatakan, seharusnya lelang pembangunan jaringan fiber optic masuk jasa lain. Tetapi, ada aturan baru yang menyebutkan lelang pembangunan fiber optic masuk jasa konstruksi.

Dengan begitu, pembangunan fiber optic harus ada upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL). "Kami belum menyiapkan UKL dan UPL, makanya pengerjannya batal tahun ini. Rencananya, pembangunannya kami alihkan tahun depan," kata Cholis, panggilan M Aminurcholis, Kamis (25/10/2018).

Pemkot Blitar sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 10 miliar untuk pembangunan jaringan fiber optic. Sesuai rencana ada 131 titik jaringan fiber optik yang dibangun di Kota Blitar. Sejumlah titik itu di kantor organisasi perangkat daerah (OPD) dan sekolah. "Sistem pembangunan jaringan fiber optiknya ditanam di tanah," ujar Cholis.

Dikatakannya, pembangunan jaringan fiber optic ini untuk mengintegrasikan sistem informasi di Pemkot Blitar. Dengan jaringan fiber optic diharapkan proses pengiriman data antar OPD bisa lebih cepat.

Selain itu, dengan pembangunan jaringan fiber optic juga dapat memudahkan pemantauan kamera CCTV di sejumlah titik di Kota Blitar. Pemantuan situasi Kota Blitar lewat kamera CCTV lebih maksimal. Tidak ada jeda atau gangguan rekaman situasi Kota Blitar lewat kamera CCTV.

"Misalnya ada kejadian di jalan raya, polisi bisa meminta bantuan ke kami dengan melihat rekaman kamera CCTV. Kualitas rekaman CCTV lebih tajam dan detail," ujarnya.

Sebenarnya, kata Cholis, setelah membangun jaringan fiber optic, Pemkot Blitar akan membangun command center. Command center ini sebagai tempat untuk mengontrol kinerja di tiap OPD dalam melakukan pelayanan publik secara online.

"Kalau jaringannya sudah tersedia, OPD tinggal membuat aplikasi untuk pelayanan publik. Tapi, karena pembangunan jaringannya batal tahun ini, otomatis pembangunan command center juga belum bisa direalisasikan," katanya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved