Selasa, 19 Mei 2026

Malang Raya

39 Perwakilan SMA Belajar Meneliti Kualitas Air di Sungai Konto

39 SMA yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan Bengawan Solo mengikuti pelatihan bioassessment di Bendungan Selorejo.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Para siswa sedang meneliti keberadaan hewan di Sungai Konto, Ngantang, Kabupaten Malang, Sabtu (27/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, NGANTANG – 39 SMA yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan Bengawan Solo mengikuti pelatihan bioassessment di Waduk Selorejo, Ngantang, Kabupaten Malang, Sabtu (27/10/2018).

Pelatihan ini diperuntukkan bagi guru dan siswa anggota Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA).

Bioassessment merupakan teknik memantau kualitas air melalui biota dan serangga sungai sebagai indikator.

( Baca juga : Rangkuman Kejadian Jatim Kemarin, Ada Tiga Kebakaran, dan Mayat Mengapung di Laut Madura )

Dalam pelatihan ini, setiap sekolah mengirim satu siswa dan satu guru.

Sedangkan praktik dilakukan di Sungai Konto yang tidak jauh dari Bendungan Selorejo.

Koordinator Pusat JKPKA, Soetarno Said menjelaskan kegiatan ini untuk menentukan indikator kualitas air melalui bioassesment.

( Baca juga : Usianya Baru 18 Tahun, Tapi Remaja Ini Sudah Terlibat dalam 3 Penjambretan di Surabaya )

Jika banyak ditemukan hewan tanpa tulang belakang atau invertebrata, maka kualitas air bagus.

“Semakin banyak jenis hewan di dalam sungai ini, maka kategorinya baik,” ujar Soetarno kepada SURYAMALANG.COM.

Dalam praktiknya, siswa menemukan sejumlah hewan, seperti ganggang, dan limfa capung.

( Baca juga : Ngaku Sebagai Dukun, Pria Asal Pasuruan Ini Perdayai Banyak Wanita di Sejumlah Kota di Jatim )

Dengan temuan itu, kondisi Sungai Konto di kawasan hulu bisa dikategorikan masih baik.

Peserta dari Kota Malang, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Kota Madiun dan beberapa daerah lain juga mengumpulkan beberapa hewan bertulang belakang.

“Dalam pemantauan tadi, banyak ditemukan hewan bertulang belakang dan tidak bertulang belakang.”

( Baca juga : Baru Bebas Agustus 2018, Pria Sidoarjo Ini Masuk Penjara Lagi Karena Pencurian Kabel di Surabaya )

“Diharapkan para siswa memiliki kepedulaian terhadap kelestarian air,” terang Tarno.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Jatim, Budi Santoso memaparkan hewan invertebrata sangat rentan terhadap pencemaran lingkungan.

Jika tidak ada pencemaran di air, maka hewan tersebut akan hidup.

( Baca juga : Diminta Matikan Mesin Motor, Pria Surabaya Ini Malah Bacok Tetanggannya Pakai Golok )

Makanya, keberadaan hewan itu bisa menjadi indikator.

“Invertebrata sangat rentan dan intoleran pada limbah. Misalnya planaria yang mati bila tercemar,” ujar Budi.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved