Blitar

Perajin Di Blitar, Sulap Limbah Akar Kayu Jati Jadi Kerajinan Bunga Hias Cantik

Bahan kerajinan akar kayu jati banyak dijumpai di hutan jati sekitar desa. Tunggak kayu jati itu ada setelah pohonya ditebang

Perajin Di Blitar, Sulap Limbah Akar Kayu Jati Jadi Kerajinan Bunga Hias Cantik
suryamalang.com/Samsul Hadi
Danang (pakai topi) dan Khoirul sedang merangkai kerajinan bunga hias di galerinya, Kamis (1/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Baru sebulan ini, Danang Eka Kurniaji (30) mencoba menekuni membuat kerajinan berbahan akar (tunggak) kayu jati. Bapak satu anak ini menyulap limbah akar kayu jati menjadi kerajinan bunga hias yang cantik.

Sejumlah kerajinan bunga hias berjajar rapi di galeri milik Danang di sebuah ruko di Desa Tuliskriyo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar, Kamis (1/11/2018). Kerajinan bungan hias itu terlihat cantik berwarna-warni. Sekilas, kerajinan bunga hias mirip dengan tanaman bonsai.

"Bunga dan daunnya berbahan plastik, tapi untuk batangnya dari tunggak kayu jati," kata Danang sambil menunjukkan kerajinan bunga hias karyanya.

Siang itu, Danang sedang merangkai kerajinan bunga hias. Dia dibantu temannya, Khoirul Masruqi (27). Mereka terlihat menempelkan daun dan bunga pada akar kayu jati. "Daun dan bunganya saya tempel pakai lem, kayunya tidak saya bor. Kalau dibor merangkainya susah, kadang tidak serasi," ujar Danang.

Danang mengaku baru sebulan ini menekuni kerajinan bunga hias. Sebenarnya, warga Bakung Kabupaten Blitar, ini bekerja di pabrik gula di wilayah Tulungagung. Tetapi, akhir-akhir produksi di pabrik gula tempat kerjanya sedikit seret. Dia lebih banyak libur dari pada bekerja.

Akhirnya, Danang banting setir membuat usaha kerajinan bunga hias. Dia memilih akar kayu jati karena bahan itu yang banyak dijumpai di sekitarnya. Danang mencari sendiri akar kayu jati di hutan. Dia mendongkel pokok pohon jati yang batangnya sudah ditebang. "Selain di sekitar tempat tinggal saya, saya juga mencari akar kayu jati di wilayah Tulungagung," ujarnya.

Akar kayu jati itu ditampung di rumahnya. Sebelum dirangkai membentuk bunga hias, dia mencuci dulu akar kayu jati. Setelah kering, akar kayu jati itu kemudian dipernis. Akar kayu jati yang sudah dipernis baru ditempeli daun dan bunga.

Cara menata tunggak kayu jati dibalik. Bagian akar berada di atas sedangkan bekas potongan batang pohon berada di bawah. Dengan begitu posisi akar mirip dengan cabang batang pohon.

Dia menggunakan media pot dan kayu untuk menancapkan akar kayu jati. Kalau menggunakan pot, dia mengisi pot memakai pasir dan batu. Pasir dan batu itu juga dia cari sendiri dari laut. Sedangkan untuk media kayu, dia menempelkannya memakai lem.

"Kalau bentuknya sesuai selera saya, yang penting dilihat pantas dan indah. Akarnya juga saya biarkan sesuai aslinya, tidak saya ubah," ujarnya.

Danang mematok harga kerajinan bunga hias berbahan akar kayu jati mulai Rp 100.000 sampai Rp 500.000. Mahal murahnya bunga hias tergantung bentuk keunikan akar serta motif daun dan bunga. Untuk pemasaran, dia juga menjualnya secara online.

"Respon masyarakat juga bagus, baru sebulan ini, saya sudah menjual 30-an kerajinan bunga hias. Ada yang beli secara online ada juga yang datang langsung ke galeri," ujarnya.

Menurutnya, kerajinan bunga hias sebenarnya sudah banyak. Tetapi, kerajinan bunga hias yang sudah ada rata-rata menggunakan kayu kopi, kayu jambu, dan kayu asem. Itupun yang digunakan cabang batang pohon bukan akarnya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved