Blitar

Penyidik Polres Blitar Limpahkan Berkas OTT Oknum ASN Ke Kejaksaan

Keduanya terjerat kasus itu karena terkena OTT (operasi tertangkap tangan) oleh Polres Blitar pada Oktiber 2018 lalu.

Penyidik Polres Blitar Limpahkan Berkas OTT Oknum ASN Ke Kejaksaan
suryamalang.com/Imam Taufik
Mw, Camat Kanigoro saat menuju ke ruangan Pidsus Kejari Blitar, Senin (12/11) siang, setelah ditahan di Polres Blitar karena diduga melakukan Pungli 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Polres Blitar melimpahkan berkas kasus dugaan suap terkait kepengurusan surat kepemilikan tanah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar. Saat berkas itu dilimpahkan ke kejaksaaan, Senin (12/11) siang, juga disertai dua tersangka aparatur sipil negara (ASN) yakni Mw (52) Camat Kanigoro, dan anak buahnya, Ss (43) staf bagian Tata Usaha (TU) Kecamatan Kanigoro.

Keduanya terjerat kasus itu karena terkena OTT (operasi tertangkap tangan) oleh Polres Blitar pada Oktiber 2018 lalu. Saat tertangkap basah, keduanya sedang berada di kantor kecamatan. Dari kasus OTT itu, petugas menyita uang Rp 15 juta, yang tak lain dari hasil dugaan suap, yang diterima dari pemohon kepengurusan surat tanah.

"Setelah kami anggap berkasnya lengkap atas penyidikan kasus tersebut, berkas beserta kedua tersangkanya, kami limpahkan," kata AKP Rifaldi Hangga Putra, Kasat Reskrim Polres Blitar.

Terkait kasus ini, tambah dia, mereka dikenai pasal 12 e UU RI No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, dengan ancaman 5 tahun penjara. "Sebab, mereka adalah penyelenggara negara, yang sudah digaji negara, namun masih memungut uang dari pemohon," paparnya.

Saat dilimpahkan ke kejaksaan, mereka dinaikkan mobil tahanan yang bertuliskan Polres Blitar. Begitu turun di halaman kejaksaan, mereka langsung dinaikkan ke lantai dua atau ruangan Kasi Pidsus, Gede Putra Perbawa SH. Selama berjalan menuju le lantai dua, Mw terlihat santai. Beda dengan stafnya, terlihat gugup, dengan menutupi mukanya, dengan kain kerudung yang dikenakan. Di ruangan itu, keduanya diperiksa selama dua jam dan baru selesai sekitar pukul 14.00 WIB.

"Setelah kami periksa dua jam dan kami anggap cukup bukti, berkas kasus itu kami nyatakan P21 (lengkap)," tambahnya.

Karena dianggap cukup bukti, papar Gede, selanjutnya keduanya langsung dibawa ke Lapas kelas II B Blitar. Mulai Senin siang itu, mereka jadi tahanan kejaksaan. "Secepatnya, berkas kasus itu, akan kami limpahkan ke PN Tipikor Surabaya, agar segera disidangkan," pungkasnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved