Rayakan Maulid Nabi Muhammad dengan Sholawat Barzanji, Dibaca saat Malam 12 Rabiul Awal

Sholawat Barzanji bisa menjadi satu dari sekian sholawat untuk mengawali perayaan yang jatuh pada 12 Rabiul Awal (Kalender Islam) atau besok

Penulis: Insani Ursha Jannati | Editor: eko darmoko
BANGKA POS/RESHA JUHARI
Rayakan Maulid Nabi Muhammad dengan Sholawat Barzanji | Foto: Malam ke-27; kerlap-kerlip lampu pelita atau lampu minyak tanah pada malam Tujuh Likur di Desa Mancung Kelapa, Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (4/8/2013). Tradisi malam tujuh likur yang dikenal dengan lampu tujuh likur tersebut ada pada malam 27 bulan suci Ramadan, yang mana disemarakkan dengan membuat lampu minyak tanah dari bambu, kaleng dan botol bekas kemudian dipasang disetiap depan rumah warga. 

"Sungguh masyarakat (Madura) berani mengeluarkan uang untuk konsumsi, hanya untuk hormat kelahiran Nabi dengan berselawat bersama. Tentu saja sambil hormat tamu, tetangga yang datang di rumah. Tradisi ini sekaligus bentuk jalinan silaturrahim," cerita Wasid, Senin (19/11/2018).

Apa yang diceritakan Wasid Mansyur merupakan pengalaman pribadinya sebagai bagian dari suku Madura.

Suatu ketika perayaan Maulid Nabi, kiai kampung menyarankan agar untuk tahun ini tradisi Maulid Nabi ("molodan" dalam Bahasa Madura) cukup satu kali saja di masjid.

Sedangkan biaya perayaan dari setiap rumah dialihfungsikan sebagai pembangunan masjid yang tak kunjung selesai, setelah dibangun bertahun-tahun.

"Alhasil ternyata uang terkumpul puluhan atau kurang lebih Rp 45 jutaan. Dengan begitu pembangunan masjid selesai. Perayaan Maulid Nabi dimaknai tidak hanya sebagai wujud cinta umat kepada Nabi Muhammad, melainkan mempererat tali silaturahmi antarsesama muslim," tutupnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved