Malang Raya

FORHATI Se-Malang Raya Dorong Akselerasi Perempuan dalam Berpolitik

Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) se-Malang Raya menggelar Temu Akbar dan Refleksi Akhr Tahun di Kota Malang

Penulis: Hesti Kristanti | Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Jelang tutup tahun 2018, Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) se-Malang Raya menggelar Temu Akbar dan Refleksi Akhr Tahun di Kota Malang, Sabtu (22/12/2018).

Pertemuan itu juga menyinggung pentingnya akselerasi perempuan dalam proses politik untuk kemashalatan umat.

Kegiatan ini mengundang alumni HMI-wati se-Malang Raya, dan sekitar 35 organisasi perempuan dan komunitas perempuan se-Malang Raya.

Ketua TIm Penggerak PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji juga hadir dalam pertemuan itu.

“Kami lakukan Refleksi Akhir Tahun ini agar kami tahu siapa sejatinya diri ini, karena sesungguhnya kita adalah cerminan atas apa yang kita lakukan, atas apa yang kita berikan, dan atas apa yang kita perjuangkan bukan sekedar apa yang kita wacanakan,” ujar Widayati.

Sementara itu, Ketua FORHATI Kota Malang, Erwin Qodariyah menjelaskan Temu Akbar ini untuk mempererat tali silaturrahmi antar alumni karena selama ini hanya bertemu melalui dunia maya, dan mempererat tali persaudaraan antar organisasi/komunitas perempuan yang juga merupakan follow up dari kegiatan sarasehan FORHATI yang diselenggarakan sebelumnya.

“Serta mendorong akselerasi kepedulian perempuan terhadap permasalahan yang ada berkaitan dengan bidang pendidikan, ekonomi dan politik khususnya wilayah Malang Raya sehingga secara bersama-sama bergerak dan cepat peduli menghasilkan kerja nyata untuk kemashalatan umat,” terang Erwin dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM.

Menurutnya, acara ini  sekaligus memperingati Hari Ibu.

Hari gerakan perempuan yang ditandai pada 22 -25 Desember 1928 di Yogyakarta dengan digelarnya Kongres Wanita Indonesia.

Suatu catatan historis karena pada saat itu kondisi perempuan masih dikungkung budaya patriarkis yang berdiri diatas nilai-nilai feodal.

“Bukan hanya memperingati Hari Ibu, tetapi ada suatu kekuatan dan kehormatan besar yang dimiliki perempuan.”

“Bagaimana perempuan dengan tangguhnya berperan di segala bidang.”

“Selama ini FORHATI jarang menyentuh ranah politik, namun menghadapi Pemilu 2019 kami peduli terhadap suara perempuan dengan harapan kegiatan ini dapat mendorong akselerasi  perempuan dalam proses politik untuk kemaslahatan umat,” paparnya.

Acara ini juga dihadiri dua pemateri, yaitu dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya, Dr  Abdul Aziz SR, dan Ketua Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Malang, Uzlifah SS.

Abdul Aziz mengatakan keterwakilan politik perempuan masih rendah. Untuk itu perlu dipikirkan kedepannya, karena perempuan itu harus ada dalam pusaran politik.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved