Jalan Gubeng Surabaya Ambles

Jalan Gubeng Sudah Buka, Pembukaan Lalu Lintas Tanggung Jawab Pemkot Surabaya dan Kepolisian

Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Gubeng Surabaya menyampaikan pesan tertulis perihal pembukaan Jalan Gubeng menjadi tanggung jawab Pemkot Surabaya.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: yuli
ahmad zaimul haq
Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Gubeng Surabaya menyampaikan pesan tertulis perihal pembukaan Jalan Gubeng menjadi tanggung jawab Pemkot Surabaya dan kepolisian secara keseluruhan, Kamis (27/12/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Gubeng Surabaya menyampaikan pesan tertulis perihal pembukaan Jalan Gubeng menjadi tanggung jawab Pemkot Surabaya dan kepolisian secara keseluruhan, Kamis (27/12/2018).

Pihak yang ditunjuk sebagai Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Gubeng, di antaranya Ketut Darmawahana, Kepala BBPJN VIII, Indrasurya B. Mochtar, Agung Hari Prabowo, Wahyu P. Kuswanda, Prof. Ir. Priyo Suprobo, Muji Irmawan, dan Robert Himawan Hamiseno sebenarnya belum memberikan rekomendasi.

Tim Mitigasi secara teknis merekomendasi syarat pembukaan Jalan Gubeng, apabila steel sheet pile (SSP) sisi barat Jalan Gubeng sudah selesai terpasang.

Berdasarkan laporan yang mereka susun secara tertulis, ada tujuh poin kondisi Jalan Gubeng.

Pertama, secara teknis ada 3 aspek yang perlu diperhatikan dalam menilai kelayakan jalan,

yaitu daya dukung jalan, penurunan jalan dan stabilitas lereng badan jalan.

Kedua, daya dukung jalan ditentukan oleh struktur perkerasan jalannya, meliputi pavement, base dan subbase jalan.

Ketiga, penurunan jalan ditentukan oleh subgrade jalan.

Empat, stabilitas lereng badan jalan ditentukan oleh faktor keamanan lereng badan jalan.

Kelima, pada pekerjaan rekonstruksi Jalan Raya Gubeng disadari bahwa urugan tanah dilakukan tanpa pemadatan.

"Urugan tanah tersebut akan berfungsi sebagai subgrade jalan. Urugan tanah tersebut masih mungkin akan mengalami pemampatan yang mengakibatkan terjadinya penurunan jalan dan bisa memungkinkan perkerasan jalan mengalami kerusakan," jelas Wahyu P Kuswanda, Humas BBPJN VIII.

Untuk mengantisipasi penurunan jalan, maka permukaan jalan akan dibuat 60 cm lebih tinggi dari permukaan jalan lama. Untuk mengantisipasi kerusakan perkerasan jalan maka kontraktor harus bertanggungjawab selama 1 (satu) tahun masa pemeliharaan.

Dengan demikian aspek daya dukung dan penurunan jalan tidak dapat dinilai sekarang.

Enam, aspek yang dapat dinilai sekarang adalah aspek stabilitas lereng badan jalan. Badan jalan hasil rekonstruksi di Jalan Raya Gubeng Surabaya dinyatakan faktor keamanannya aman, apabila urugan tanah di sisi barat Jalan Raya Gubeng Surabaya pada galian basement memiliki kemiringan kurang lebih 30 derajat atau perbandingan vertikal : horizontal = 1 : 2.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved