Travelling
Harus Lewat 1.000 Anak Tangga Menuju Air Terjun Dolo di Gunung Wilis, Kediri
Mata air pegunungan yang jernih menjadi daya tarif pengunjung menikmati panorama alam di kawasan Lereng Gunung Wilis Kabupaten Kediri.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: yuli
Lokasi air terjun Dolo ini berada dekat dengan sumber mata air. Debit pada musim penghujan mengalami peningkatan, pada saat kemarau hanya sedikit mengalami penurunan.
Sementara Hudin al Soni, dari Komisi Konservasi Sumber Daya Air Wilayah Sungai Brantas menyebutkan, air sumber Dolo masuk kawasan konservasi Lereng Gunung Wilis yang harus diamankan dari potensi kerusakan.
Sumber mata air Dolo telah menghidupi masyarakat di wilayah Kediri, Tulungagung, Nganjuk dan Madiun. "Kawasan sumber air Dolo juga berpotensi dikembangkan menjadi tujuan wisata alam yang luar biasa di kawasan Lingkar Wilis," ungkapnya.
Soni mengungkapkan, pihaknya telah mengantisipasi pembangunan Lingkar Wilis agar tidak berdampak pada kerusakan mata air sumber Dolo. Sehingga kawasan sumber air di Dolo sebagai kawasan konservasi juga harus diamankan.
"Sebagai kawasan konservasi alam, pengunjung yang boleh masuk harus dibatasi sesuai kemampuan kapasitas jalan. Karena jalan masuknya tidak terlalu besar, kalau dipaksakan malah membahayakan," jelasnya.
Dengan kondisi jalan anak tangga yang sempit kapasitasnya juga sangat terbatas. "Pengunjung yang naik dan turun jika terjadi senggolan sedikit saja dikhawatirkan ada yang ambruk sehingga malah membahayakan," ungkapnya.
Soni juga mengingatkan para penjaga untuk memeriksa barang bawaan pengunjung yang mau turun ke lokasi air terjun. Karena barang bawaan seperti bekas botol air minum dan bungkusan plastik tidak boleh dibuang sembarangan sehingga dapat meminimalisir sampah.
Termasuk kalau ada yang merokok harus diberi tempat untuk sisa puntung rokoknya. Sehingga puntung rokok tidak boleh dibuang sembarangan. Selama ini ketentuan itu masih belum ada pengaturan sehingga banyak sampah dibuang sembarangan di kawasan konservasi.
Supaya memudahkan pengunjung ke lokasi air terjun, sudah saatnya dibuatkan fasilitas jalan untuk sepeda listrik. Karena tidak semua pengunjung mampu melewati trab ratusan anak tangga. Termasuk akses untuk warga difabel juga harus disiapkan sehingga air terjun dapat dinikmati semua warga masyarakat.
Sementara untuk pemanfaatan sumber air sudah waktunya dipikirkan lokasi tempat penampungan air berupa kolam besar atau embung. Sehingga airnya dapat dimanfaatkan petani untuk pertanian saat musim kemarau. Apalagi debit sumber Dolo cukup besar.