Kota Batu
Tidak Ada Aktivitas Wisata dan Olahraga Paralayang di Gunung Banyak
Pengelola wanawisata Gunung Banyak menutup sementara lokasi wisata sejak tiga hari lalu.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Pengelola wanawisata Gunung Banyak menutup sementara lokasi wisata sejak tiga hari lalu.
Keputusan untuk menutup tempat wisata ini karena faktor alam yang cukup ekstrem.
Angin kencang disertai hujan dengan intensitas tinggi, dirasa membahayakan wisatawan apabila berwisata di sana.
Mengingat wisata gunung Banyak merupakan wisata alam.
Tidak hanya itu tetapi juga aktivitas olahraga paralayang juga ditiadakan.
Karena ditakutkan terjadi turbulensi saat atlet paralayang terbang.
Kepala Wanawisata Gunung Banyak, Bambang Hariyanto mengatakan ditutupnya aktivitas wisata maupun olahraga ini sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.
“Kami tidak mau ambil resiko, keselamatan wisatawan lebih utama. Dipagi hari saja angin sudah kencang, di tambah banyak fasilitas spot selfie yang rusak diterjang angin,” ungkap Bambang kepada SURYAMALANG.COM, Senin (28/1/2019).
Fasilitas wisata itu ada di wahana di Taman Langit, di Omah Kayu dan juga warung yang ada di sana.
Apabila cuaca cukup baik, pihaknya baru membuka kembali tempat wisata Gunung Banyak ini.
Tetapi jika cuaca kembali buruk kemungkinan pihaknya akan menutup sewaktu-waktu.
“Jika cuaca cerah kami persilahkan, tapi jika cuaca buruk kami tutup sewaktu-waktu.”
Dampaknya jumlah pengunjung berkurang iya. Tapi bagaimana lagi, sudah resiko,” ungkapnya.
Hal yang sama juga dilakukan di Coban Talun. Koordinator Pengelola Wana Wisata Coban Talun, Samsul Huda, mengungkapkan pihaknya menerapkan buka tutup loket untuk wisatawan.
Terutama untuk wisata ke air terjun Coban Talun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/area-take-off-atlet-paralayang-gunung-banyak-di-desa-gunung-sari-bumiaji-kota-batu.jpg)