Kabar Mojokerto

2 Kasus Mojokerto: Calon Menantu & Mertua Bertindak Terlalu Jauh - 2 Pria Coba Perkosa Tukang Pijat

2 rangkuman kasus Mojokerto: calon menantu & mertua bertindak terlalu jauh hingga 2 pria coba perkosa wanita tukang pijat, fakta aslinya miris

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
Surya.co.id
2 Rangkuman Kasus Mojokerto: Calon Menantu & Mertua Bertindak Terlalu Jauh - 2 Pria Coba Perkosa 

Bagus Widodo menceritakan, penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 18.30. Kala itu, dia berjaga.

Kemudian ada dua orang warga yang melaporkan bahwa mendengar ada suara teriakan wanita di sebelah barat pabrik atau area persawahan.

Dari hasil pengamatan, lokasi kejadian penganiayaan minim lampu penerangan.

"Saat kejadian, warga tengah nongkrong di sekitar lokasi ke jadian. Mereka mendengar suara teriakan wanita minta tolong. Di depan area persawahan juga terparkir sepeda motor Yamaha Vixion hitam. Kondisi lampu sein motor menyala, kedua warga itu pun curiga," katanya.

Ia bersama dua warga langsung mendatangi lokasi untuk mengecek. Sesampainya di lokasi kejadian, dia menemukan wanita dalam kondisi tak berdaya, wajah memar dan kepala belakang belumuran darah.

Lihat Cara Warga Gresik Hanyutkan Keranda Mayat Gara-gara Tak Ada Jembatan di Kali Lamong

VIDEO - Menegangkan! Detik-detik Warga Gresik Hanyutkan Keranda Mayat ke Kali Lamong

GALERI FOTO - Hujan Deras Picu Amblesnya Balai RW X Kelurahan Mojolangu, Kota Malang

Namun kedua pelaku berhasil kabur ketika warga mendatangi lokasi. Pelaku kabur ke arah timur atau Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

"Pelaku kabur ke arah timur menggunakan motor Vixion hitam berboncengan. Untuk nopolnya warga tidak sempat melihatnya karena pelaku memacu kendaraannya kencang. Warga hanya tahu jumlah pelaku, yakni dua orang. Selain itu, pelaku meninggalkan satu buah helm di lokasi kejadian," paparnya.

Setelah kejadian itu, warga langsung melaporkan ke pihak RT dan RW. Selanjutnya, pihak RT dan RW melaporkan kejadian ini ke polisi.

Sementara itu, kakak ke-5 korban, Priyanto, menceritakan kronologi kejadian.

SPR kala itu berjalan kaki di daerah Pasar Burung Jalan Empunala, Magersari, Kota Mojokerto. SPR bermaksud untuk pulang.

"Tetapi di tengah perjalanan ada dua orang pria yang memaksa SPR untuk ikut dengan mereka. SPR tak bisa mengelak dan ikut dengan pelaku. SPR dibonceng kedua pelaku dan dibawa di area persawahan. Di situlah terjadi penganiayaan" katanya.

Priyanto menceritakan, SPR sejak kecil menderita sakit Hydrocephalus. SPR sehari-hari bermata pencaharian sebagai tukang pijat keliling.

"Dia keliling jalan kaki. SPR juga selalu membawa uangnya di saku baju. Uang milik SPR tidak pernah ditaruh di rumah," terangnya.

RSI Hasanah Kota Mojokerto
RSI Hasanah Kota Mojokerto (ist)

Terkait kejadian ini Kanit SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Mojokerto Kota Aiptu Eko Purwanto membenarkan ada laporan kasus penganiayaan. 

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved