Malang Raya
Makna Upacara Melasti Bagi Umat Hindu di Kabupaten Malang
Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, umat Hindu berbondong-bondong mendatangi Pantai Balekambang, Kabupaten Malang untuk melaksanakan upacara Melasti.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, BANTUR - Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, umat Hindu berbondong-bondong mendatangi Pantai Balekambang, Kabupaten Malang untuk melaksanakan upacara Melasti.
Seremoni sakral tersebut rutin dilaksanakan umat Hindu tiap tahunnya.
Sekitar 1000 umat Hindu di Kabupaten Malang dan sekitarnya memanjatkan doa kepada Tuhan.
Mereka berduyun-duyun datang ke Pantai Balekambang sejak Senin (4/3/2019) pagi.
Pelaksanaan upacara pun berangsur khidmat. Ribuan umat pertama-pertama menyambangi Pura Amarta Jati yang terletak di Pulau Ismoyo.
Setelah itu mereka berkumpul di pinggir pantai sembari menata sesajen dan membawa sekuntum bunga.
Harum semerbak menyan menyelimuti jalannya upacara.
Seraya membaca doa, para sesepuh adat memercikan air suci kepada para jemaat.
Sesekali para jemaat meminum air pemberian para sesepuh.
Kemudian, mereka berbondong-bondong mengambil sekepal beras, kemudian diusapkan ke dahi masing-masing jemaat.
Selepas prosesi siram air selesai. Para jemaat melarungkan sesaji yang terdiri dari berbagai bunga dan sajian ke perairan Pantai Balekambang.
Ketua PHDI Kabupaten Malang, Sutomo Adiwijoyo menjelaskan upacara Melasti merupakan wujud umat Hindu menerapkan mandat para leluhur. Sesuai ajaran kitab suci Sundarigama.
“Ajaran, para leluhur terdahulu melakukan kesepakatan berdasarkan dari kitab Sundarigama.”
“Kami memaknai upacara untuk dipersembahkan kepada Dewa Baruna. Tujuannya, memusnahkan kesengsaraan dunia, supaya musnah dilebur lautan.”
“Tetap, dasarnya adalah sastra (kitab suci) yang harus dipahami kita semua,” ucap Sutomo usai upacara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jalanidhipuja-malang-1.jpg)