Minggu, 17 Mei 2026

Malang Raya

Makna Upacara Melasti Bagi Umat Hindu di Kabupaten Malang

Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, umat Hindu berbondong-bondong mendatangi Pantai Balekambang, Kabupaten Malang untuk melaksanakan upacara Melasti.

Tayang:
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
surya/hayu yudha prabowo

Sutomo juga menjelaskan, memang  upacara Melasti merupakan bagian dari rangkaian prosesi Hari Raya Nyepi.

“Nama Melasti itu dari bahasa Bali. Kami umat Hindu Kabupaten Malang masih menggunakan istilah jawa kuno yakni Jalan Dipuja saat menyebut prosesi ini.”

“Memang, upacara ini adalah prosesi rangkaian dari hari raya nyepi, sekarang tahun saka 1941.”

“Acara ini bertepatan dengan hari Panglung ke 13. Itu merupakan hari baik itu  bagi umat Hindu untuk melaksanakan upacara ini,” jelas Sutomo.

Sutomo juga berpesan kepada umat Hindu agar tetap bersatu. Mengingat, tahun ini merupakan tahun politik. Untuk ia menekankan kepada para umat Hindu agar menghargai setiap perbedaan.

“Sekarang sudah menjelang Pemilu 2019. Guyub rukun harus tetap dijaga walaupun berbeda pilihan dan pandangan.”

“Ingat, bahwa kita adalah sama sama umat hindu dan bangsa Indonesia yang harus menjunjung tinggi rasa persatuan.”

“Kami bangsa indonesia yang beragama Hindu. Apapun perbedaan itu adalah bagian dari kebhinekaan,” pesan Sutomo.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara menerangkan upacara Melasti merupakan momentum yang baik untuk mengenalkan pariwisata di Kabupaten Malang khususnya Pantai Balekambang.

Selain itu ia menjelaskan bahwa, Kabupaten Malang memiliki kekhasan tersediri terutama dalam wisata budaya.

Selain upacara Melasti, Made menyebut ada Larung Gunung Kombang di Pantai Ngliyep dan berbagai prosesi budaya lainnya.

Dia berharap branding wisata budaya di Kabupaten Malang bisa semakin dikenal. Supaya semakin banyak didatangi oleh para wisatawan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Ya ini juga bisa memperkenalkan pariwisata pantai di sekitar pantai Balekambang, seperti Pantai Ngudel, Ngantep, Ungapan dan Sendang biru. Memang ini adalah satu sarana promosi wisata,” terang Made.

Made mengajak para pengelola pariwisata pantai di Kabupaten Malang untuk terus berinovasi.

Pria asal Bali itu juga mewanti-wanti para pengelola wisata, agar tak cepat berpuas diri.

“Ayo berinovasi, jangan merasa Pantai  Balekambang sudah ramai, Pantai Ngantep sudah ramai.”

“Maka dari itu ayo sama-sama berinovasi tingkatkan kunjungan wisata. Kreatifitas para pengelola sangat dibutuhkan.”

“Tapi, tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan,” ungkap pria yang memiliki hobi olahraga motor trail itu.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved