Kabar Trenggalek

Puluhan Emak-emak di Trenggalek jadi Korban Investasi Bodong, Potensi Kerugian Rp 2 Miliar

Puluhan emak-emak mengadu ke Polres Trenggalek karena merasa tertipu investasi bodong, Jumat (22/3/2019).

Puluhan Emak-emak di Trenggalek jadi Korban Investasi Bodong, Potensi Kerugian Rp 2 Miliar
David Yohanes
Puluhan emak-emak mengadu ke Polres Trenggalek karena merasa tertipu investasi bodong, Jumat (22/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Puluhan emak-emak mengadu ke Polres Trenggalek karena merasa tertipu investasi bodong, Jumat (22/3/2019).

Mereka mengaku sudah menyetor hingga ratusan juta kepada EKP, pemilik investasi bodong ini.

Seorang ibu yang ikut mengadu, Kiki Wulandari warga Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek mengatakan, awalnya ajakan arisan di Facebook, di tahun 2014. Kiki memutuskan gabung, setelah diyakinkan EKP. Apalagi EKP mengaku istri seorang “anggota”.

“Awal-awal ikut semuanya lancar, tepat waktu. Akhirnya semakin lama banyak yang bergabung di arisan ini,” terang Kiki.

Bulan Desember adalah masa jatuh tempo untuk investasi yang ditanam ibu-ibu ini. Seharusnya EKP memberikan keuntungan seperti yang dijanjikan. Namun ternyata pada 9 Desember 2018 EKP menyatakan investasinya kolaps, dan tidak bisa menepati janji memberikan keuntungan.

Awalnya EKP menjanjikan setiap investasi Rp 4000.000 akan mendapatkan Rp 900.000 per bulan. Setelah kolaps, EKP berjanji mengembalikan uang pokok peserta investasi. Namun janji itu tidak pernah ditepati.

“Semua belum menerima uang pokok investasi yang dulu. Makanya kami sepakat sama-sama melapor ke Polres Trenggalek,” sambung Kiki.

Sebelumnya sudah pernah ada mediasi antara para peserta investasi ini dengan EKP. Namun tidak pernah membuahkan titip temu. Masih menurut Kiki, di Trenggalek total kerugian peserta investasi ini mendapai Rp 700 juta.

“Jika ditambahkan korban dari luar Trenggalek, totalnya lebih dari Rp 1 Miliar. Kalau ditambah dengan arisan, kerugian bisa mencapai Rp 2 miliar,” ungkap Kiki.

Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana mengatakan, para ibu ini sudah datang mengadu dua minggu sebelumnya. Mereka kembali datang untuk menanyakan perkembangan aduan mereka. Pihaknya akan menindaklajuti dengan memanggil para saksi.

“Kami akan menerjunkan Unit Pidum (Pidana Umum) dan Unit Pidsus (Pidana Khusus). Karena ini menyangkut dengan investasi bodong,” ujar Andana.

Penulis: David Yohanes
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved