Breaking News:

Nasional

Permintaan Audrey pada Ifan Seventeen saat Dijenguk, Kelakuan Pelaku Santai di Cafe Jadi Sorotan

Permintaan Audrey pada Ifan Seventeen saat dijenguk, kelakuan pelaku yang masih santai di cafe tadi malam jadi sorotan.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Tribunnews.com
Permintaan Audrey pada Ifan Seventeen saat Dijenguk, Kelakuan Pelaku Santai di Cafe Jadi Sorotan 

Mediasi pun sudah coba dilakukan kepolisian kepada kedua belah pihak.

Namun, tidak ada itikad baik dari para pelaku.

Bahkan, para pelaku masih santai bermain boomerang di kantor polisi.

Bukan hanya itu saja, mereka bahkan mengatakan bahwa berita tersebut tidak benar dan tidak merasa bersalah atas apa yang dilakukan.

Bahkan ketika berita Audrey viral dimana-mana, para pelaku kedapatan masih bisa santai nongkrong di sebuah cafe tadi malam (9/4/2019).

Terduga Pengeroyokan Audrey Ternyata Masih Santai Nongkrong Di Cafe Tadi Malam, Videonya Bikin Warganet Geram
Terduga Pengeroyokan Audrey Ternyata Masih Santai Nongkrong Di Cafe Tadi Malam, Videonya Bikin Warganet Geram (Instagram.com/@gisipnyinyir2)

Hal ini terlihat dari instastory salah satu teman pelaku yang diunggah kembali oleh akun gosip @gosipnyinyir2.

Dalam video tersebut, tampak para pelaku sedang berkumpul di sebuah cafe.

Sepertinya mereka baru saja menikmati beberapa minuman sambil mengobrol.

Para pelaku juga terlihat tersenyum penuh percaya diri saat temannya merekam.

Tidak ada ekspresi menyesal atau takut pada wajah mereka.

Dalam video tersebut, sang teman malah memberikan dukungan kepada para pelaku.

'Aku selalu support kalian, tenang guys masih banyak yang doakan kalian yang terbaik. Baik-baik ya Love u guys miss u', tulis temannya.

Melihat video ini sontak saja membuat warganet geram.

Banyak dari mereka yang meminta para pelaku agar segera dipenjara agar menimbulkan efek jera.

Jika tidak, kasus ini bisa terulang kembali.

Petisi Justice For Audrey yang sudah tersebar di dunia maya juga telah ditandatangari beih dari 2.4 juta kali oleh publik.

Hal ini membuktikan begitu seriusnya kasus yang menimpa Audrey.

Untuk diketahui, peristiwa yang menimpa Audrey bermula saat ada masalah asmara antara kakak sepupu korban dan salah satu pelaku pengeroyokan.

Pelaku yang kesal dengan komentar di Facebook akhirnya menjemput korban.

Korban akhirnya dianiaya di dua lokasi sekaligus.

Menanggapi hal itu, ketua KPAI, Retno Listyarti pun akhirnya angkat bicara.

Dikutip dari Metro Pagi, Youtube MetroTVNews.com, Retno mengungkapkan peran para pelaku yang masih duduk di bangku SMA.

Awalnya Retno menyebut bahwa benar ada pengeroyokan siswi SMP di Pontianak.

"Dari informasi yang berhasil kami himpun, memang betul bahwa terjadi kekerasan. Kekerasan fisik ini adalah betul bahwa korban satu orang, kemudian terjadi pengeroyokan," kata Retno.

Ketua KPAI angkat bicara tentang pengeroyokan AU di Pontianak
Ketua KPAI angkat bicara tentang pengeroyokan AU di Pontianak (Youtube Metrotvnews)

Ia kemudian mengatakan bahwa ada peran-peran tertentu dari keduabelas pelaku.

Namun pelaku utama adalah 3 orang yang menganiaya AU.

Apa saja peran tersebut?

Pertama yakni ada pelaku yang menjemput korban.

Sebenarnya pelaku utama itu 3. Yang lain memang dianggap membantu. Misalkan menjemput. Karena korban ini dari rumahnya, terus korban dijemput.

Oleh karena korban dijemput dari rumah, korban pun melalui jalanan umum.

Selama melewati jalan itulah, ada pelaku yang berperan memberikan kode.

Meskipun belum diketahui jumlahnya, namun para pelaku itu memberikan kode sampai akhirnya korban sampai di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya.

Ketua KPAI angkat bicara soal kasus AU, korban pengeroyokan 12 siswi SMA
Ketua KPAI angkat bicara soal kasus AU, korban pengeroyokan 12 siswi SMA ( Instagram/@hannytummee dan Youtube Metro TV news)

Sesampainya di lokasi, korban dipukuli dada dan kepalanya. 

Kepala korban juga dihantamkan ke aspal.

"Kemudian kan itu di jalan umum ya. Sehingga di jalan umum itu ada beberapa orang lewat. Orang kebetulan lewat, maka kemudian ada beberapa yang memberikan kode, sehingga memang ada orang-orang, anak-anak lain yang terlibat sehingga total mencapai 12," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved