Kabar Surabaya

Terapkan Konsep Partisipatoris, KEIN Puji Program Pengentasan Kemiskinan Pakde Karwo Di Jatim

Salah satu poin penting dari program-program pengentasan kemiskinan yang telah diterapkan Pakde Karwo adalah konsep partisipatoris atau mau mendengar.

Terapkan Konsep Partisipatoris, KEIN Puji Program Pengentasan Kemiskinan Pakde Karwo Di Jatim
TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Mantan Gubernur Jatim Soekarwo, Wagub Jatim Emil Dardak, dan Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta saat menjadi Keynote Speaker di Focus Group Discussion (FGD) di Bappeda provinsi Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta mengapresiasi program pengentasan kemiskinan yang telah diterapkan oleh mantan Gubernur Jatim, Soekarwo (Pakde Karwo) selama memerintah Jatim dua periode (2009-2014 & 2014-2019).

Dikatakan Arif, salah satu poin penting dari program-program pengentasan kemiskinan yang telah diterapkan Pakde Karwo adalah konsep partisipatoris atau mau mendengar.

"To listen itu sangat penting yaitu semangat yang paling dasar untuk memahami kebudayaan dan karakter dalam diri orang yang miskin itu seperti apa," kata Arif Budimanta saat ditemui usai Focus Group Discussion (FGD) di Bappeda provinsi Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Kemarin.

Ketika persoalan tersebut sudah didengar maka arah penentuan kebijakan tersebut akan tepat. Arif Budimanta juga memuji program Jalin Kesra dan Jalin Matra yang telah diterapkan Pakde Karwo yang signifikan menurunkan angka kemiskinan di Jatim.

"Salah satu poin pentingnya adalah pembagian cluster masyarakat miskin, ini membutuhkan perencanaan yang matang dan konsistensi kebijakan yang terus menerus," ucap Arif.

Dari pembagian kelas tersebut, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah akan tepat sasaran. Dari Program Jalin Matra misalnya, terbukti bisa menanggulangi feminisasi kemiskinan.

Hal tersebut terlihat dari hasil evaluasi universitas Brawijaya pada tahun 2018 yang dipaparkan Pakde Karwo pada FGD tersebut.

Dari hasil evaluasi tersebut menunjukkan peningkatan pendapatan Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) sebesar Rp 581.133 yaitu dari rata-rata Rp 915.00menjadi Rp 1.496.133.

Terakhir, Arif juga mengapresiasi Pakde Karwo yang telah memberikan empowering (memberdayakan) orang miskin agar status sosialnya naik melalui distribusi aset.

"Pakde Karwo waktu di Jatim mengembangkan kredit usaha rakyat untuk usaha kecil menengah ini bagian dari distribusi aset, jadi untuk mengakses modal ini bukan hanya oleh pemodal besar tapi yang baru akan memulai pun bisa mendapatkannya," ucap Arif Budimanta.

Hal serupa, lanjut Arif juga sudah dilakukan di tataran Pemerintah pusat melalui KUR dan distribusi aset tanah salah satunya melalui program kehutanan sosial.

"Dan ini harus ada intervensi yang tepat dari pemerintah. Saya rasa program yang baik ini bisa diteruskan oleh pemerintah daerah yang ada saat ini," tutur Arif. 

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved