Kota Batu

Begini Keunikan Operasi Simpatik Polres Batu, Undang Perhatian Dengan Aksi Joget Di Tengah Jalan

Anggota Satlantas polres Batu melakukan Flash Mob bersama tim dance dari SMA Selamat Pagi Indonesia dalam rangka Operasi Simpatik.

Begini Keunikan Operasi Simpatik Polres Batu, Undang Perhatian Dengan Aksi Joget Di Tengah Jalan
suryamalang.com/Sany Eka Putri
Aksi Flash Mob anggota Polres Batu dalam rangka operasi simpatik semeru 2019 di Pertigaan jalan diponegoro Kota Batu, Selasa (30/4). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Aksi anggota kepolisian Satlantas Polres Batu menjadi perhatian pengendara sepeda motor di Pertigaan Lippo Plaza Jalan Diponegoro, Selasa (30/4).

Anggota Satlantas polres Batu melakukan Flash Mob bersama tim dance dari SMA Selamat Pagi Indonesia. Selama kurang lebih lima menit pengendara diberhentikan sejenak, dan menyaksikan aksi flash mob tersebut.

Tidak ingin ketinggalan moment beberapa pengendara, bahkan driver ojek online pun ikut mengabadikan moment itu. Flash Mob ini dalam rangka Ops Simpatik Semeru 2019 mulai 29 April hingga 12 Mei 2019.

Flash mob ini dilakukan sekitar 20 anggota Polres Batu, dimulai pukul 09.00 WIB. Tidak hanya flash mob saja tetapi mereka juga mengimbau pengendara agar mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

Ada beberapa pengendara yang diberhentikan karena tidak menggunakan helm. Seperti halnya Widya, yang tidak menggunakan helm saat dibonceng. "Iya ini tadi saya hanya nunut saja mau ke pasar. Karena dekat jadi tidak perlu pakai helm," kata dia.

Pengendara yang tidak menggunakan helm ini diberi helm oleh polisi. Selain Widya, juga ada siswa SD yang dibonceng oleh pembinanya. Lantaran siswa SD itu pun juga diberi helm agar memenuhi standar pengendara.

Kasatlantas Polres Batu, AKP Dyana Suci Listyawati mengatakan, dalam Ops Simpatik Semeru 2019 ini tidak ada penilangan kepada pengendara. "Kami lebih menekankan kepada pengendara agar menggunakan helm standar, dan peraturan lain yang harus dipatuhi oleh pengendara," kata Dyana.

Sasarannya adalah pengendara tidak menggunakan helm, lalu bagi sepeda motor berboncengan tiga. Selain itu mobil dengan bak terbuka tidak boleh mengangkut orang dan melebihi muatan.

Ia menyebutkan, titik-titik di Kota Batu yang jadi sasaran ialah di pintu keluar Songgoriti, di pertigaan Jalan Diponegoro. "Kami tidak hanya diam di satu tempat tetapi kami juga mobile," imbuhnya. 

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved