Nasional

Riwayat Kontroversial Bupati Sri Wahyumi Sebelum Diringkus Tim KPK

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meringkus Sri Wahyuni Manalip (SWM), Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Editor: yuli
@swmanalip
Sri Wahyuni Manalip (SWM), Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. 

SURYAMALANG.COM - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meringkus Sri Wahyumi Manalip (SWM), Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Ia ditangkap atas dugaan penyalahgunaan APBD tahun 2018 Kabupaten Talaud.

Bupati Sri Wahyuni Jadi Tersangka Bersama Orang Kepercayaannya dan Pengusaha yang Menyogok

Sri Wahyumi Manalip adalah istri Armindo Pardede SH MAP, hakim aktif di Pengadilan Tinggi Manado

Armindo pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Manado pada periode 2013-2014. Sebelum itu, ia sebagai hakim anggota di Pengadilan Negeri Manado.

Humas Pengadilan Tinggi Manado Imam Syafii membenarkan Armindo Pardede masih bertugas.

"Status jabatannya Hakim Tinggi. Beliau sering masuk kerja," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (30/4/2019).

Memang, SWM jarang mempublikasi keluarganya. Dari akun instagram @swmanalip, hampir tidak terlihat postingan SWM dengan keluarganya. Kini, SWM telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia sudah dibawa ke Kantor KPK setelah ditangkap paksa dari Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa (30/4/2019). SWM sering sekali membuat kontroversial selama dia menjabat sebagai Bupati Talaud sejak 2013.

Rekam jejak SWM, dari Gerindra ke PDI-P

SWM maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013. Ia mengaku didukung Partai Gerindra, Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).

Namun PPRN kemudian menyatakan tak pernah mendukung pencalonan SWM. Akibatnya tiga orang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Talaud dipecat oleh DKPP karena dianggap tidak teliti.

Usai menang di pilkada yang sempat tertunda itu, SWM kemudian bergabung dengan PDI-P dan meninggalkan Gerindra. Dia dipercaya sebagai Ketua DPC PDI-P Talaud. Tak lama kemudian, hubungan SWM dengan PDI-P retak.

SWM tidak pernah menghadiri rapat-rapat partai, bahkan saat Ketua Umum PDI-P Megawati menggelar rapat koordinasi. Akibatnya, Ketua DPD PDI-P Sulut Olly Dondokambey berang. SWM kemudian dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDI-P.

Pada Pilkada 2018, SWM kembali maju sebagai calon bupati Talaud lewat calon perseorangan alias independen.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved