Kabar Pamekasan

Kisah Mengharukan Mahasiswa Universitas Madura Lolos ke DPRD Pamekasan dari Partai Bulan Bintang

Moh Khomarul Wahyudi menjadi calon legislatif (Caleg) termuda di Pamekasan, Pulau Madura. Usianya baru 23 tahun, masih mahasiswa.

Kisah Mengharukan Mahasiswa Universitas Madura Lolos ke DPRD Pamekasan dari Partai Bulan Bintang
muchsin
Moh Khomarul Wahyudi akan menjadi anggota DPRD Pamekasan termuda. Usianya baru 23 tahun, dan masih kuliah di Universitas Madura. Ayahnya dulu juga anggota DPRD Pamekasan dari PBB tetapi meninggal dunia ketika baru sebulan menjabat. 

Diakui, untuk ketua tim pemenangan, saudara sepupu sendiri yang juga seusia dirinya.

Begitu juga orang-orang yang diterjunkan ke lapangan ke sejumlah desa untuk meyakinkan calon pemilih, menggunakan teman-temannya sendiri yang masih seusia dirinya, yang semuanya masih belum pengalaman dalam dunia pemilu.

Tapi berkat keyakinan dirinya dan kegigihan serta kerja keras timnya, apa yang dilakukan tidak sia-sia.

“Target saya ingin meraup sebanyak 30.000 suara. Ternyata untuk mendapatkannya suara sebesar itu tidak mudah, sehingga dirinya pasrah dengan hasil yang saya peroleh ini,” ujar Wahyu.

Dikatakan, karena saat itu dirinya masih kuliah dan akan menghadapi ujian skripsi, sementara skripnya baru mengajukan judul kepada dosen pembimbingnya, maka dirinya harus pandai mengatur waktu, antar persiapan membuat skripsi dengan menemui masyarakat kampanye untuk dirinya.

Namun menjelang hari H, waktunya banyak tersita untuk caleg, sehingga skripsinya belum sempat dilanjutkan.

Ia berjanji menyelesaikan pembuatan skripsinya itu setelah pemilu selesai atau sebelum pelantikan dirinya sebagai anggota DPRD Pamekasan.

Diaku, semula dirinya tidak punya cita-cita untuk menjadi wakil rakyat. Tetapi ketika ia umroh pada 2018 lalu, di Madinah bertemu KH Mohammad Rofii Baidawi, pengasuh Ponpes Al Hamidy, Palengaan, Pamekasan, yang merupakan salah satu kiai kharismatik yang disegani di Pamekasan.

Saat itu, kata Wahyu, KH Mohammad Rofii Baidawi menanyakan padanya kenapa tidak mencalonkan diri sebagai caleg, sebagai penerus almarhum ayahnya.

Mendapat pertanyaan itu, Wahyu kaget dan tidak menjawab ia atau tidak. Ia hanya berfikir, kenapa dirinya diminta untuk jadi caleg.

Halaman
123
Penulis: Muchsin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved