Ramadan 2019
Jadwal Buka Puasa Malang, Selasa 14 Mei, Simak Juga Amalan yang Dianjurkan Saat Malam Lailatul Qadar
Jadwal buka puasa Kota Malang dan sekitarnya untuk Ramadan 1440 H untuk hari Selasa 14 Mei 2019 dapat dibaca di sini.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Jadwal buka puasa Kota Malang dan sekitarnya untuk Ramadan 1440 H untuk hari Selasa 14 Mei 2019 dapat dibaca di sini.
Dengan mengetahui jadwal buka puasa Malang kamu tak perlu takut akan kelewatan jam buka puasa hari ini.
Selain mengetahui jadwal buka puasa, kamu juga dapat membaca amalan-amalan yang dianjurkan saat malam lailatul qadar.
Seperti yang diketahui, berdasarkan sidang Isbat yang dilaksanakan Minggu 5 Mei 2019 kemarin, Kementrian Agama telah menetapkan bahwa 1 Ramadan jatuh pada Senin 6 Mei 2019.

• Detik-Detik Balita Ditabrak Truk Saat Sang Ibu Asyik Pakai Aplikasi Chat Line di HP, Terekam CCTV
• Bill Tagihan Obat Anak Nikita Mirzani Sampai 13 Lembar, Kondisi Terbaru Arkana Buat Ibunya Happy
Berdasarkan hasil sidang Isbat tersebut, hari ini umat muslim seluruh Indonesia memulai hari pertama puasa Ramadan 2019.
Momen buka puasa pertama Ramadan tentu menjadi momen yang sangat spesial bagi sebagian besar umat muslim.
Sebelum berbuka puasa umat Islam dianjurkan untuk membaca niat berbuka puasa.
Tentu saja sebagai bentuk rasa syukur atas kenikamatan yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Setelah jalani ibadah puasa satu hari penuh, umat muslim tentunya sudah menunggu waktu berbuka puasa.
Dalam sebuah hadis tertuliskan jika waktu buka puasa merupakan waktu yang membahagiakan umat muslim.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berbuka puasa mempunyai dua kebahagiaan yang bisa ia rasakan; kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) yang Tribunnews.com
Berikut doa berbuka puasa
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ.
"Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap"
Lalu apa saja amalan-amalan yang dianjurkan saat malam lailatul qadar?
Di dalam Qur’an Surat Al-Qadr ayat 2 dijelaskan, wama adraka ma lailatul qadar (dan tahukah kamu malam lailatul qadar itu?).
Wahyu Allah SWT tersebut ingin menegaskan bahwa betapa mulianya malam lailatul qadar dan hal itu dijelaskan oleh ayat-ayat selanjutnya dalam QS Al-Qadr tersebut.

Penulis Kitab Tafsir Al-Misbah Prof Dr Muhammad Quraish Shihab (Membumikan Al-Qur’an, 1999) menjabarkan tentang potongan ayat wama adraka.
Semua uraian Al-Qur’an yang dimulai dengan wama adraka menunjukkan bahwa sesuatu itu tidak terjangkau atau hampir tidak terjangkau oleh nalar manusia.
Lailatul qadar sedemikian agung sehingga tidak terjangkau oleh nalar manusia. Sebab itu dalam ayat kedua QS Al-Qadr dijelaskan wama adraka ma lailatul qadar.
Hari kiamat itu wama adraka, wama adrakamal haqqah. Bintang, wama adrakamat thariq. Tidak terjangkau kecuali Allah SWT atau Rasulullah SAW menyingkap sebagian darinya.
Datangnya malam lailatul qadar tidak seorang pun yang mengetahui tepatnya kapan. Selama ini umat Islam hanya membaca tanda-tanda malam yang menurut Al-Qur’an lebih baik dari 1.000 bulan ini.
Betapa mulianya malam lailatul qadar karena mampu membawa seorang hamba pada ketakwaan yang hakiki.
Untuk bertemu dengan malam lailatul qadar, seorang hamba sesungguhnya bisa mempersiapkan diri sedari awal Ramadhan tiba.
Ini menunjukkan bahwa kebaikan harus bersifat kontinu sebagaimana kemulian yang ditunjukkan pada malam lailatul qadar dan dampaknya terhadap kehidupan di masa-masa yang akan datang.
Quraish Shihab mengungkapkan amalan-amalan agar seorang hamba bisa bertemu malam tersebut.
Namun, yang harus diperhatikan ialah selain bertemu malam lailatul qadar, manusia juga mendapatkannya sehingga amalan-amalan baik harus dilakukan untuk mendapatkan kemuliaan malam tersebut.
Pertama, Al-Qur’an menyatakan, bahwa dalam malam lailatul qadar, Malaikat turun (QS Al-Qadr: 4).
Ketika Malaikat turun dan mengunjungi seseorang, Malaikat senang dengan kebaikan, melingkupi kebaikan apa saja. Malaikat mendukung manusia yang berbuat baik.
Dengan demikian, melakukan kebaikan secara terus-menerus bisa mengantarkan manusia mendapatkan malam lailatul qadar.
Lalu kebaikan yang seperti apa? Berbuat baik juga terkait dengan kesempatan dan waktu. Artinya, manusia jangan menunda kebaikan, apalagi ketika orang lain sangat membutuhkan bantuan dan kebaikan tersebut saat itu juga.
Di situlah malam kemuliaan akan datang kepada manusia yang Malaikat juga turut datang kepadanya.
Kedua, di malam lailatul qadar ada kedamaian sampai fajar (QS Al-Qadr: 5). Artinya, damai dengan diri dan damai dengan orang lain.
Damai itu ada damai aktif dan ada damai pasif.
Misal ketika manusia naik bus, banyak orang di bus, lalu hanya duduk diam, tidak menyapa samping kiri dan samping kanannya.
Hal itu termasuk damai, tetapi damai pasif.
Lain halnya dengan damai aktif yaitu ketika saling menyapa atau memberi sesuatu kepada orang lain dengan tujuan yang baik.
Hal ini juga berlaku bahwa ketika manusia tidak bisa memuji orang lain, tidak perlu memakinya. Kalau tidak bisa memberi sesuatu kepada orang lain, jangan lalu mengambil haknya.
Begitu juga kalau tidak bisa membantunya, jangan menjerumuskannya. Ini prinsip kedamaian yang dapat mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin seperti dijelaskan QS Al-Qadr ayat 5.
Di saat itulah manusia mendapat malam kemuliaan, yaitu malam lailatul qadar. Wallahu ‘alam bisshawab.
Berikut QS Al-Qadr: 1-5
(1) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan.
(2) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
(3) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
(4) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
(5) سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
(NU.or.id)
Berikut ini jadwal buka puasa seluruh wilayah Jawa dilansir SURYAMALANG dari jadwalshalat.org.
Surabaya
IMSAK: 04:02
SUBUH: 04:12
TERBIT: 05:29
DUHA: 05:53
ZUHUR: 11:27
ASAR: 14:49
MAGRIB: 17:21
ISYA: 18:34
Malang
IMSAK: 04:03
SUBUH: 04:13
TERBIT: 05:30
DUHA: 05:54
ZUHUR: 11:27
ASAR: 14:49
MAGRIB: 17:20
ISYA: 18:33
Batu
IMSAK: 04:04
SUBUH: 04:14
TERBIT: 05:31
DUHA: 05:55
ZUHUR: 11:28
ASAR: 14:50
MAGRIB: 17:21
ISYA: 18:34
Blitar
IMSAK: 04:06
SUBUH: 04:16
TERBIT: 05:33
DUHA: 05:57
ZUHUR: 11:30
ASAR: 14:51
MAGRIB: 17:22
ISYA: 18:35
Kediri
IMSAK: 04:06
SUBUH: 04:16
TERBIT: 05:33
DUHA: 05:57
ZUHUR: 11:30
ASAR: 14:52
MAGRIB: 17:23
ISYA: 18:36
Pasuruan
IMSAK: 04:02
SUBUH: 04:12
TERBIT: 05:29
DUHA: 05:53
ZUHUR: 11:27
ASAR: 14:48
MAGRIB: 17:20
ISYA: 18:33