Ramadan 2019

Apa Saja Hukum Memperingati Hingga Amalan Saat Malam Nuzulul Quran? Yuk Tanya Ustaz

Apa Saja Hukum Memperingati Hingga Amalan Saat Malam Nuzulul Quran? Yuk Tanya Ustaz

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
aboutislam.net
Ilustrasi amalan ibadah saat malam Nuzulul Quran. 

Ada lagi yang juga mengatakan, kalau kita ingin mendapatkan malam Lailatul Qadar, maka pada malam pertama Ramadan sampai akhir, kalau kita bersungguh-sungguh, pasti kita mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Sementara di Mesir, merujuk pendapat imam abu hanifah, hanafi yang berdasarkan pada sebuah hadits yang menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar itu terjadi pada malam 27 Ramadan.

Berbeda dengan di Indonesia, yang diperingati di Indonesia bukan malam Lailatul Qadar yang itu, tapi malam turunnya Al Quran mulai dari baitul izzah, jadi Quran turun dua kali, dari lauhul mahfudz ke baitul izzah ini yang dirahasiakan Allah, dari baitul izzah ini turun berangsur-angsur di bawa oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW ini permulaannya pada malam 17 Ramadan, yaitu dimulai dari Iqra.

Jadi ini bukan Lailatul Qadar.

Ini adalah malam turun Al Quran, diberikan dari baitul izzah dibawa malaikat Jibril, disampaikan kepada Rasulullah SAW, ini terjadi malam 17 Ramadan, dan ini yang terjadi di Indonesia.

Jadi perbedaan-perbedaan ini karena sudut pandangnya berbeda.

Yang di Indonesia yang diperingati adalah malam ketika pertama Rasulullah SAW mendapatkan wahyu, sementara di negara-negara lain seperti di Mesir, amnbilnya malam 27 Ramadan karena merujuk pada sebuah hadits yang menyebutkan malam Lailatul Qadar itu adalah malam turunnya Al Quran terjadi pada malam 27 Ramadan.

Berikut video selengkapnya:

Dilansir dari sebuah ceramah yang diunggah saluran Youtube Bujang Hijrah pada 20 Agustus 2017, Ustadz Abdul Somad mendapatkan pertanyaan dari jamaah tentang hukum merayakan malam Nuzulul Quran.

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran apakah nantinya peringatan tersebut dikategorikan sebagai bid'ah.

Menurut definisi yang dikemukakan oleh Al Imam Asy-Syathibi mengatakan bid’ah adalah suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil) yang menyerupai syariat (ajaran islam), yang dimaksudkan untuk melakukan hal yang berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.

Pertama-tama, Ustadz Abdul Somad pun menjelaskan tentang apa yang biasanya diperingati sebagai Hari-Hari Besar Umat Islam.

"Tahun baru hijriyah, Maulid Nabi, Nuzulul Quran, Isra Mi'raj isinya semuanya ngaji..ngaji...ngaji. Maka niatnya adalah ngaji," terang Ustadz Abdul Somad.

Selanjutnya ia mencontohkan kondisi yang sama dengan cerita tentang Syeikh Ibnu Husaimin yang mendapat pertanyaan serupa.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved