Kabar Gresik

Antisipasi Peredaran Uang Palsu, Polisi Sidak Penyedia Jasa Penukaran Uang Pecahan Baru Di Gresik

Mengantisipasi peredaran uang palsu, Polres Gresik gelar sidak pemeriksaan keaslian uang pecahan lebaran di penyedia jasa penukaran uang baru.

Antisipasi Peredaran Uang Palsu, Polisi Sidak Penyedia Jasa Penukaran Uang Pecahan Baru Di Gresik
TribunJatim.com/Willy Abraham
Kasat Binmas Polres Gresik, AKP Zunaidi saat melakukan pengecekan di jasa penukaran uang yang berada di tepi jalan Ahmad Yani, Senin (3/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Mengantisipasi peredaran uang palsu, Polres Gresik gelar sidak pemeriksaan keaslian uang pecahan lebaran. Sejumlah penyedia jasa penukaran uang baru yang banyak dijumpai di Jalan Ahmad Yani, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Jalan Veteran, Jalan Kartini dan Jalan Jaksa Agung tak luput dari pemeriksaan.

Penyedia jasa menawarkan pecahan mulai dari Rp 2000 ribu, Rp 5000, Rp 10.000 ribu dan Rp 20.000 kepada para pengguna jalan.

Salah seorang penyedia jasa penukaran uang, Abdul Rozak (55) mengaku, pada Ramadan kali ini jasa penukaran uang cenderung lesu bahkan hingga H-2 hari Raya Idul Fitri.

Menurut pria asal Wadak lor, Kecamatan Duduksampeyan ini, jasa penukaran uang di tol membuat jasa penukaran uang di tepi jalan sepi.

Rozak mengaku, dari jasa penukaran uang dia hanya mendapatkan 10 persen. Dari Rp 100 ribu uang yang ditukarkan, dirinya mendapat Rp 10 ribu.

"Sepi mas, tidak seperti lebaran tahun lalu, mungkin di tol ada penukaran uang jadi disini sepi," jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Supriyanto (46), hingga saat ini belum banyak masyarakat yang menukarkan uangnya di pinggir jalan padahal lebaran sebentar lagi. "Biasanya H-5 lebaran sudah ramai tapi ini masih sepi sampai sekarang," ujar dia.

Kasat Binmas Polres Gresik, AKP Zunaidi mengatakan pengecekan uang di sejumlah jasa penukaran uang selain memberikan rasa aman kepada masyarakat juga mengantisipasi peredaran uang palsu.

"Kita cek, kita raba, jangan sampai dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab," kata dia.

Lanjut Zunaidi, dari puluhan jasa penukaran uang yang telah dilakukan pengecekan belum menenukan peredaran yang rusak maupun palsu. "Kami tidak ditemukan uang palsu atau uang rusak, semuanya uang asli," pungkasnya.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved