Tips Kesehatan

Bahaya Makanan Berlemak dalam Jumlah Banyak bagi Anak dan Cara Menetralisirnya

Eko Dwi Martini, ahli gizi Graha Amerta RSUD Dr Soetomo, mengatakan bahwa orangtua harus bisa mengontrol anak dalam mengonsumsi makanan mengandung lem

Bahaya Makanan Berlemak dalam Jumlah Banyak bagi Anak dan Cara Menetralisirnya
YouTube/The Star Online
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Idul Fitri identik dengan makanan yang berlemak. Selama lebaran biasanya di setiap rumah akan menyuguhkan makanan ringan dengan kandungan lemak tinggi seperti nastar dan kastengel.

Apalagi, memasuki Hari Raya Ketupat yang dilaksanakan pada hari ketujuh lebaran, biasanya masyarakat akan saling berbagi masakan seperti opor ayam, rendang, semur daging, dan lain sebagainya.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun menikmati aneka sajian tersebut.

Namun ternyata, konsumsi makanan berlemak oleh anak harus tetap dalam batasan normal karena bisa berbahaya jika terlalu berlebihan.

Eko Dwi Martini, ahli gizi Graha Amerta RSUD Dr Soetomo, mengatakan bahwa orangtua harus bisa mengontrol anak dalam mengonsumsi makanan mengandung lemak, apalagi saat lebaran.

Eko Dwi Martini, ahli gizi Graha Amerta RSUD Dr Soetomo.
Eko Dwi Martini, ahli gizi Graha Amerta RSUD Dr Soetomo. (Christine Ayu Nurchayanti)

Jika anak sebelumnya ikut berpuasa di Bulan Ramadan kemudian ketika Idul Fitri langsung mengonsumsi lemak dalam jumlah banyak, Eko memaparkan, biasanya yang paling sering terjadi adalah anak mengalami diare.

"Hal ini karena pencernaan anak belum kuat setelah berpuasa dalam jangka waktu yang lama sehingga jika langsung memakan makanan lemak tinggi dalam jumlah banyak akan berdampak buruk bagi pencernaan mereka," jelasnya.

Selain bisa menyebabkan diare, konsumsi lemak berlebih dalam waktu yang lebih lama misalnya satu bulan, berpotensi menambah berat badan anak. Jika sudah seperti ini, lanjut Eko, anak akan lebih malas beraktivitas dan rawan mengantuk karena berkurangnya pasokan oksigen ke otak.

"Jadi seperlunya saja, jangan berlebihan. Misalnya satu kali makan porsinya empat iris lontong, satu potong ayam, satu sendok sambel goreng ati, dan ditambah satu kerupuk. Minumnya air putih saja jangan es sirup atau yang lain," Eko memaparkan.

Lemak, tutur Eko, memang merupakan zat yang dibutuhkan manusia termasuk anak-anak. Lemak ini dibutuhkan baik untuk jaringan otak maupun pertumbuhan anak.

Halaman
123
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved