Malang Raya

Inflasi di Kota Malang Tidak Sesuai Prediksi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)

Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,35 persen pada periode Mei 2019. Angka tersebut berada di bawah prediksi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Inflasi di Kota Malang Tidak Sesuai Prediksi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)
pixabay
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,35 persen pada periode Mei 2019. Angka tersebut berada di bawah prediksi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang memperkirakan inflasi sebesar 0,40 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Sunaryo mengungkapkan bahwa komoditas angkutan udara memberi andil penghambat inflasi sebesar -0,015 persen.

"Ada penurunan harga tiket angkutan udara sebesar 0,5 persen, dan ini pengaruhnya besar sekali," ujar Sunaryo dalam keterangan resmi.

Selain tiket pesawat, penurunan harga bawang merah sebesar 9,84 persen juga memberi andil sebesar -0,04 persen. Disusul oleh komoditas sayuran seperti kacang panjang, cabai rawit, juga sembako.

"Harga emas perhiasan, tarif kereta api, bandeng/bolu, dan pasta gigi juga turun dan masuk dalam 10 komoditas utama penghambat inflasi," urainya.

kenaikan harga bahan makanan juga mempengaruhi inflasi dan memberi andil sebesar 1,23 persen. Disusul kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,95 persen.

Sementara kelompok makanan jadi, minuman dan rokok/tembakau sebanyak 0,16 persen.

Pada Mei 2019, inflasi Kota Malang berada di urutan kelima di Jawa Timur. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,68 persen, disusul Jember 0,64 persen, Madiun 0,61 persen, dan Banyuwangi 0,46.

"Di Jatim tercatat inflasi 0,27 persen, jauh dari angka nasional yang mencapai 0,68 persen," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TPID Kota Malang Azka Subhan Aminurridho menilai, kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menurunkan tarif angkutan udara ternyata berhasil menekan inflasi.

"Kebijakan Kemenhub menurunkan tarif pesawat secara tiba-tiba itu ada dua spekulasi. Angkutan udara ini bisa menekan inflasi atau tidak, dan ternyata terbukti bisa," ujarnya.

Dijelaskan Azka yang juga menjabat Kepala BI Malang ini, sebelumnya TPID memprediksi inflasi di angka 0,55 persen. Lalu ada revisi jadi 0,40 persen setelah ada penurunan TBA tiket pesawat.

Azka menilai bahwa angka inflasi di Kota Malang masih terjaga sehingga ada tren positif pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, inflasi 0.35 persen masih dalam kategori wajar. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved