Kabar Surabaya
Jawa Timur Dalam Kenangan Moazzam Malik, Duta Besar Inggris untuk Indonesia
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik bakal rampung tugas tanggal 21 Juni 2019 mendatang.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik bakal rampung tugas tanggal 21 Juni 2019 mendatang.
Ia akan segera kembali ke Britania Raya dan akan segera digantikan oleh Dubes yang baru, Owen Jenkins.
Jelang hari terakhir tugasnya, Moazzam Malik bersilaturahmi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan, Jumat (14/6/2019).
Saat diwawancara para awak media, dubes yang fasih berbicara Bahasa Indonesia itu mengungkapkan kesan-kesannya selama bertugas di Indonesia lima tahun belakangan. Khususnya kesannya pada Surabaya dan Jawa Timur.
Maklum, selama menjalankan tugas di Indonesia, Moazzam Malik cukup sering datang ke Jawa Timur khususnya Surabaya. "Bersama dengan hari ini kunjungan saya yang ke 12 di Surabaya. Sebenarnya 13 malah, karena saya sudah bertandang ke Kota Pahlawan, Jawa Timur sebelum saya resmi bertugas," kata Moazzam.
Dubes muslim pertama Inggris untuk Indonesia ini mengatakan bahwa Surabaya dan Jawa Timur meninggalkan kesan hangat dalam dirinya. Yang menurut Moazzam tak akan ia lupakan meski ia sudah meninggalkan Indonesia dan kembali bertugas di Inggris.
"Setelah lima tahun ini, banyak yang saya dapatkan dari banyak kegiatan untuk mengenal Jawa Timur. Masyarakatnya begitu ramah. Maka pesan saya pada Dubes yang akan melanjutkan tugas saya adalah, ayo cepat mampir ke Jawa Timur, secepat mungkin," tegas Moazzam Malik.
Dalam kunjungan silaturahmi sekaligus pamitan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah, Moazzam juga melakukan diskusi guna menindaklanjuti rencana-rencana kerjasama sebagaimana sudah dibicarakan di pertemuan sebelumnya.
Dikatakan pria asal London itu, jika bicara Surabaya, Inggris sudah memiliki jalinan sistercity dengan Liverpool. Namun untuk kerjasama dengan Pemprov Jawa Timur saat ini sedang dimulai untuk perluasan.
"Kita sadar bahwa peran Jawa Timur untuk Indonesia dalam hal perekonomian, politik, hingga keagamaan begitu penting. Maka seperti yang sudah kami bicarakan dengan ibu gubernur, ada beberapa langkah kerjasama dengan pemprov, yaitu salah satunya dalam hal pendidikan keterampilan atau vokasi," urai pria kelahiran 29 Mei 1967 ini.
Yaitu Pemerintah Inggris akan membantu Pemprov untuk welding institute. Yang rencananya bakal mengisi pendidikan vokasi untuk kekhususan bidang aviasi atau penerbangan.
Dalam akhir pekan ini Pemprov melalui Wagub Emil Dardak akan menindaklanjuti dengan langsung terbang ke Inggris terkait rencana kerjasama bidang keterampilan tersebut.
"Yang kedua juga terkait kerjasama pengolahan hazardous waste (limbah berbahaya). Saya kira perusahaan Inggris bersama mitra-mitranya sudah siap untuk kolaborasi. Mereka sudah mempersiapkan hal-hal untuk MoU guna mengatasi kebutuhan yang penting dalam pengolahan limbah berbahaya," tandas Moazzam Malik.
Menanggapi terkait Dubes Inggris Moazzam Malik yang segera purna tugas di Indonesia, Gubernur Khofifah mengaku berterima kasih atas segala kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Tak lupa ia juga berpesan agar apa yang sudah menjadi rencana kerjasama antara Pemprov Jawa Timur dengan Pemerintahan Inggris tetap bisa dilanjutkan.
"Pesan saya pada pak Dubes, sampaikan yang baik-baik dari Indonesia saat kembali ke Inggris, yang jelek-jelek dibuang ke laut saja," ucap Khofifah lalu tertawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jawa-timur-dalam-kenangan-moazzam-malik-duta-besar-inggris-untuk-indonesia.jpg)