Breaking News:

Arema Malang

Laras Carissa Berharap Insiden Berdarah di Stadion Brawijaya Kediri Tahun 2008 Tidak Terulang

Vintul berharap, kejadian berdarah di Stadion Brawijaya tersebut tidak lagi terulang di dunia pesepakbolaan Indonesia.

Editor: yuli
#vintulvee
Laras Carissa Devinta, putri mantan CEO Arema FC, Iwan Budianto. 

"Ada provokator yang teriak kasih tahu kalau kami keluarganya pak IB. Papaku di bench kan, nggak bareng kami di tribun karena papaku manajer di Persik," ulas gadis berusia 20 tahun tersebut.

Kendati begitu, insiden mengerikan di Stadion Brawijaya tidak membuat Laras Carissa Devinta trauma dengan dunia sepak bola Indonesia.

Gadis yang karib disapa Vintul ini, kini bahkan menjadi pendukung Arema FC atau Aremanita.

Vintul mengaku, tidak trauma dengan atmosfer sepak bola Indonesia dan tetap menyaksikan laga Arema FC di stadion.

"Karena mungkin aku masih kecil waktu itu. Jadi aku nggak sadar whats going on actually," ujar Vintul.

"Baru pas gedenya diceritain, baru tahu gitu kalau saat itu pernah mengalami. Aku cuma ingatnya saat kami dilemparin sampai kaca mobil pecah," lanjut dia.

"Nggak tahu juga kenapa kejadian yang di stadion malah nggak ingat apa-apa. Mungkin karena waktu itu aku disuruh jongkok dan ditutupin, jadi aku nggak lihat apa yang sedang terjadi," tambahnya.

Vintul berharap, kejadian berdarah di Stadion Brawijaya tersebut tidak lagi terulang di dunia pesepakbolaan Indonesia.

Ia juga berpesan kepada Aremania dan suporter sepak bola lainnya untuk tidak mudah terpancing provokasi antar pecinta klub.

"Sekarang lagi zaman orang yang berkepentingan menggiring opini lewat media agar publik menerima kepentingan itu sendiri," pesan dia.

"Semoga Aremania bisa lebih pintar memilah dan lebih bijak menerima informasi yang didapat. Jangan sampai malah jadi terpecah belah gara-gara terprovokasi omongan orang luar," pungkasnya. Ayu Mufidah KS

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved