Malang Raya

Tarif Jalan Tol Pandaan - Malang Masih Gratis Sampai Sekarang. Begini Alasan PT Jasa Marga

Belum diberlakukannya tarif jalan tol tersebut karena hingga kini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian PUPR.

Tarif Jalan Tol Pandaan - Malang Masih Gratis Sampai Sekarang. Begini Alasan PT Jasa Marga
suryamalang.com/Hayu Yudha Prabowo
Sejumlah kendaraan melintasi Tol Malang-Pandaan difoto di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (31/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang, Agus Purnomo memastikan tarif tol Pandaan - Malang masih gratis. Belum diberlakukannya tarif jalan tol tersebut karena hingga kini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR.

Dengan demikian, Tol Pandaan-Malang sepanjang 30 kilometer dari total 38,5 kilometer masih gratis hingga SK turun.

Jika nanti akan diberlakukan, Agus menerangkan, pihaknya mengusulkan tarif Tol Pandaan-Malang sebesar Rp 900 hingga Rp 1.000 per kilometer.

"Ada kelengkapan yang harus dipenuhi. Alasan belum turunnya tarif juga dikarenakan pada pengerjaan ada yang kurang, dan ada juga yang tambah. Nah ini masih diverifikasi," kata Agus dikonfirmasi, Selasa (18/6/2019).

Agus menambahkan, pihaknya tidak merasa rugi meski tarif tol masih gratis. Menurutnya, sembari menunggu SK turun adalah momentum yang tepat untuk promosi jalan tol kepada masyarakat luas.

"Tidak rugi. Ini juga sekaligus dalam rangka masih sosialisasi dan promosi. Jadi akan semakin banyak yang tahu. Kalau kemarin pemudik yang kami sasar dan sekarang masyarakat luas dan wisatawan," ucapnya.

Agus tak memungkiri, jika nanti tarif sudah diberlakukan, akan ada dinamika ritme jumlah pengguna jalan tol. Namun pihaknya percaya jalan tol akan menjadi sebuah alternatif bagi masyarakat yang ingin mobilisasi dengan cepat.

Menurutnya, masyarakat juga berhak memilih. Hingga kini saja, rata-rata kendaraan yang melintas di ruas tol tersebut sebanyak 27.000 unit kendaraan per hari.

"Animo kepadatan pengguna tol setelah diterapkan tarif pasti ada dinamika. Pada dasarnya jalan tol itu alterantif, kalau pengendara butuh cepat, praktis, irit dan nyaman ya pilih jalan tol," tutur Agus. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved