Malang Raya

Mahasiswa Tawarkan Jadi Media Tanam Hidroponik

Mahasiswa Universitas NU Blitar menjadikan masalah limbah popok sekali pakai sebagai media tanam hidroponik.

Mahasiswa Tawarkan Jadi Media Tanam Hidroponik
Shanghaiist
diapers. 

SURYAMALANG.COM - Mahasiswa Universitas NU Blitar menjadikan masalah limbah popok sekali pakai sebagai media tanam hidroponik.

Mungkin bisa juga dimanfaatkan masyarakat perkotaan karena memiliki problem sama.

Dimulai dengan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Panggungsari, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar.

Di desa itu juga banyak popok sekali pakai yang dibuang termasuk ke sungai.

Bermitra dengan karang taruna setempat diajarkan memanfaatkan bekas popok itu untuk bertanam sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

Namanya Hipo Babe (Hidroponik Popok Bayi Bekas).

“Popok yang dipakai minimal 1x 24 jam,” jelas Tutut Triono, mahasiswa PTS pada suryamalang.com saat monev PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) di Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (25/6/2019).

Popok itu dibersihkan. Setelah bersih dipisahkan dan dimanfaatkan kristal penyerap airnya.

Saat ini masih dicoba pada tanaman kangkung dan akan panen. Alasan memakai kangkung karena cepat tumbuh dibanding sawi.

Namun jika popoknya kotor, maka harus difermentasi dulu lebih lama.

Dari kondisi popok yang ‘relatif’ bersih dan kotor, pertumbuhan tanaman lebih cepat di yang bersih.

“Sedang di kotor agak lamban,” jawab Endah Setyowati, anggota tim.

Untuk kemanfaatan bekas popok sekali pakai, maka telah disiapkan tong khusus buat limbah itu sehingg tidak dibuang sembarangan.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved