Kabar Jombang

Struktur Purbakala di Jombang Akhirnya Terungkap, Ada Jejak Permukiman Besar Era Majapahit

Misteri bangunan atau struktur bata merah kuno di dasar sendang Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben Kecamatan Ngoro, Jombang, akhirnya terungkap.

Struktur Purbakala di Jombang Akhirnya Terungkap, Ada Jejak Permukiman Besar Era Majapahit
Sutono
SITUS PURBAKALA - Petugas dari BPCB Jatim di Trowulan bersama warga saat menguras dan mengecek temuan struktur bata merah kuno di Dusun Sumberbeji, Kesamben, Ngoro, Jombang, Jawa Timur. 

Arkeolog: Dugaan kami, di area Bulurejo, Sugihwaras, dan Dusun Sumberbeji ini sebenarnya digunakan sebagai kompleks permukiman yang besar.

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Misteri bangunan atau struktur bata merah kuno di dasar sendang atau embung Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur, akhirnya terungkap.

Struktur purbakala itu dipastikan saluran air kuno sebagai suplai air bersih ke kompleks permukiman.

Sebelumnya banyak yang menduga struktur bata merah kuno tersebut bekas candi.

Kepastian bahwa struktur bata merah tersebut bekas saluran air kuno setelah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan pengecekan terhadap temuan saluran air kuno itu.

Struktur bata merah itu sendiri memiliki ukuran panjang sekitar 14 meter yang membentang dari barat ke timur. Sedangkan lebar rata 1,5 meter.

Arkeolog Temukan Jaladwara di Area Pemukiman Besar Era Majapahit di Sumberbeji, Jombang

Bangunan berupa saluran air itu memiliki struktur bata merah kuno di kiri dan kanan. Struktur bangunan memiliki kedalaman 205 sentimeter, dengan bata merah kuno tersusun 35 lapis bata. Celah lubang antara dua sisi berlebar 55 sentimeter.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, bangunan saluran air ini berfungsi untuk menyalurkan air bersih ke kompleks permukiman warga di zaman dahulu.

Hal tersebut terlihat pada struktur bangunan saluran air yang tertutupi bata merah di bagian atasnya, dan lokasinya berada di bawah tanah.

"Ini saluran air untuk mendukung permukiman yang lebih besar," terangnya di lokasi penemuan struktur bata merah, Selasa (2/7/2019) siang. Dijelaskan, meskipun bangunan saluran air kuno ini berada di dasar sendang, namun bukan sumber mata air.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved