Kabar Lamongan

Diduga Konsleting Stop Kontak Listrik, Rumah Guru Honorer di Lamongan Terbakar

Musibah kebakaran dialami Maksun Junaidi (40) guru honorer warga Dusun Nogo Desa Nogojatisari Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan.

Diduga Konsleting Stop Kontak Listrik, Rumah Guru Honorer di Lamongan Terbakar
suryamalang.com/Hanif Manshuri
Rumah Maksun Junaidi, guru honorer yang rusak akibat dilalap si jago merah di Lamongan 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Musibah dialami Maksun Junaidi (40) guru honorer warga Dusun Nogo Desa Nogojatisari Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. Ini setelah diduga berawal dari konsleting listrik, rumah kediaman Maksun terbakar.

"Kejadiannya Kamis (4/7/2019) sekitar pukul 16.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, kepada Suryamalang, Jumat (5/7/2019).

Peristiwa dipastikan bukan karena unsur sabotase. Dimana saat kejadian, Habib (8) anak korban melihat TV di ruang tengah dan terjadi konsleting di stop kontak TV hingga TV meledak dan mengeluarkan api.

Karena takut, bukannya melepas stok kontak, namun Habib memilih berlari keluar rumah dan memberi tahukan pada ibunya, Yuyun (35) yang sore itu sedang menyapu pelataran depan rumah.

Saat Habib beranjak lari keluar rumah, ternyata api malah membesar dan menjalar ke kasur spon yang di depan TV.

Tak mampu melokalisir kebakaran, api begitu cepat membesar dan membakar buku - buku di atas almari kayu.
Yuyun yang melihat kejadian itu hanya bisa berteriak meminta pertolongan. Teriakan Yuyun tidak mampu menghentikan amukan si jago merah yang semakin membesar.

Masyarakat sekitar berdatangan dan berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Diantara warga ada yang menghubungi petugas Damkar. Dan api baru dapat dikuasai dan dipadamkan 30 menit kemudian.

Sementara rumah kediaman sang guru honorer, hampir 30 persen rusak dilalap si jago merah.
"Sumber api diperkirakan dari konsleting stop kontak TV kemudian TV meledak dan timbul api dan menjalar," kata Yuyun pada polisi.

Harta benda yang terbakar dianraranya, rumah yang terbuat dari dinding tembok kerangka kayu jati, atap genting ukuran 6 meter X 12 meter, 1 unit TV 14 inci, 1 almari kayu, rak TV, 1 unit VCD, kasur spon dan sebagian kitab - kitab.

Beruntung dalam peristiwa ini tidak sampai ada korban jiwa, karena anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved