Jendela Dunia
Kisah Hope, Orangutan yang Diterjang 74 Peluru di Aceh, Mendunia Setelah Diberitakan New York Times
Kisah Hope, Orangutan yang Diterjang 74 Peluru di Aceh, Mendunia Setelah Diberitakan The New York Times
Mereka menyerang tanaman dan memancing penduduk bertindak, seperti melakukan penembakan.
Tidak ada tindakan hukum atas penembakan terhadap orangutan. Kelapa sawit merupakan sumber penghasilan bagi petani di Sumatera.
Orangutan dianggap sebagai hama. Namun, bayi orangutan sering ditangkap untuk diperjualbelikan, meskipun menjual spesies yang terancam punah adalah ilegal.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus yang menimpa Hope terjadi di Subulussalam, Aceh.
Penyiksaan itu mengakibatkan bayi Hope berjenis kelamin jantan yang berusia satu bulan mati.
Hope mengalami luka parah dengan 74 butir senapan angin bersarang di tubuhnya.
“Kondisi induk orangutan kurang sehat, dengan luka di tangan, kaki, jari tangan, serta mata kena peluru senapan angin,” kata Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji, dalam keterangan tertulis, Selasa (12/3/2019).
Konflik warga dan orangutan di Subulussalam, Aceh, berawal saat induk orangutan itu masuk ke kawasan permukiman, terutama kebun warga.
Diduga kuat warga menembaki induk orangutan tersebut. Namun, menurut Sapto, orangutan masuk ke permukiman karena habitatnya terganggu.
Menurut Sapto, hal ini jamak terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Setelah sempat kritis saat dilakukan perawatan, kondisi Hope dinyatakan mulai membaik.
Hope harus menjalani operasi pengangkatan peluru yang bersarang di tubuhnya. BKSDA sendiri mengusut pelaku penyiksaan satwa dilindungi tersebut.