Kabar Surabaya

BPS: Angka Kemiskinan di Jatim Menurun Menjadi 10,37 Persen, Didorong Sejumlah Komoditas Pangan

Jumlah tersebut menunjukkan penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur yang awalnya 10,85 persen menjadi 10,37 persen dari seluruh Jatim.

BPS: Angka Kemiskinan di Jatim Menurun Menjadi 10,37 Persen, Didorong Sejumlah Komoditas Pangan
Tribunnews.com
Ilustrasi kemiskinan

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur berkurang sebesar 179,9 ribu jiwa selama quartal pertama tahun 2019.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim), pada periode Maret 2019, jumlah warga miskin di Jatim mencapai 4.112,25 ribu jiwa.

Sedangkan pada periode sebelumnya, jumlah warga miskin Jatim mencapai angka sebesar 4.292,15 ribu jiwa (September 2019).

Jumlah tersebut menunjukkan penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur yang awalnya 10,85 persen menjadi 10,37 persen dari seluruh Jatim.

Ketua BPS Jatim, Teguh Pramono menjelaskan, berkurangnya kemiskinan tersebut dikarenakan adanya peran komoditas pangan. Menurutnya, penurunan angka keminskinan di desa dan kota memiliki perbedaan mendasar.

"Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2018 sebesar 6,97 persen turun menjadi 6,84 persen pada Maret 2019. Sementara persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada September 2018 sebesar 15,21 persen turun menjadi 14,43 persen pada Maret 2019," kata Teguh.

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan, lanjut Teguh, jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.

"Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2019 tercatat sebesar 75,02 persen, sedikit meningkat dibandingkan dengan kondisi September 2018 yaitu sebesar 74,82 persen," jelasnya.

Ia menyebutkan, beberapa komoditas yang secara persentase memberikan kontribusi yang cukup besar pada garis kemiskinan makanan baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan yaitu beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, gula pasir, tempe, dan tahu.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved