Malang Raya

Bujangseta, Siasat Kementerian Pertanian untuk Kaum Tani Kota Batu demi Menghadang Buah Impor

Dari pertanian konvensional, satu pohon itu hanya 30 Kg, tapi kalau pakai Bujangseta bisa 80-100 Kg.

Bujangseta, Siasat Kementerian Pertanian untuk Kaum Tani Kota Batu demi Menghadang Buah Impor
Hayu Yudha Prabowo
PANEN JERUK - Petani memanen jeruk Keprok 55 dan Siem di sentra pertanian jeruk di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (18/7/2019). Petani di kawasan ini mengeluhkan harga buah jeruk Keprok 55 dan Siem yang hanya memiliki harga jual Rp 7.000 per kg atau turun Rp 2.000 hingga Rp 3.000 dari panen tahun lalu, diduga akibat masuknya buah impor ke pasaran Indonesia. 

Dari pertanian konvensional, satu pohon itu hanya 30 Kg, tapi kalau pakai Bujangseta bisa 80-100 Kg.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kementerian Pertanian (Kementan) bakal menerapkan teknologi pembuahan berjenjang sepanjang tahun atau dikenal Bujangseta terhadap berbagai jenis tanaman.

"Bujangsetanisasi ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap buah impor," tutur Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangtan) Kementan, Fadjry Djufry ketika berada di Malang, Jumat (19/7/2019).

Menurut Djufry, teknologi Bujangseta saat ini baru diaplikasikan pada tanaman jeruk di Banyuwangi dan Kota Batu. Hasilnya, produktivitas jeruk meningkat 150 persen atau dua kali lipat.

Selain peningkatan produksi, kualitas jeruk juga diklaim berkelas premium, citarasanya sesuai permintaan pasar dan kulit buah mulus.

"Dari pertanian konvensional, satu pohon itu hanya 30 Kg, tapi kalau pakai Bujangseta bisa 80-100 Kg," ujarnya.

Fadjry optimistis produksi buah Indonesia bakal melimpah jika proyek Bujangsetanisasi berhasil. Jika produksi melimpah, kran impor buah dapat ditutup sehingga kesejahteraan terhadap petani lokal.

"Kalau sudah melimpah ngapain impor. Harga jeruk petani juga bisa terjaga," pungkasnya.

Bujangseta, Teknologi dari Kementan yang Bisa Tingkatkan Produksi Jeruk Hingga 150 Persen

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Subtropika (Balitjestro) Kementerian Pertanian (Kementan) menciptakan teknologi 'pembuahan jeruk berjenjang sepanjang tahun atau disingkat Bujangseta.

Halaman
12
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved