Breaking News:

Citizen Reporter

Benarkah Wanita Berjilbab Berpotensi Kekurangan Vitamin D? Inilah Ringkasan Hasil Riset

Hardisman Dasman, Associate Professor in Community Medicine and Healthcare Policy, Universitas Andalas

Editor: yuli
pixabay/Afik_eleck
ILUSTRASI 

Akan tetapi analisis mendalam menunjukkan bahwa keterkaitan antara model (bentuk) pakaian dan kekurangan vitamin D terjadi secara kompleks yang melibatkan aspek perilaku lainnya. Model pakaian yang menjadi faktor risiko kekurangan vitamin D tidak berdiri sendiri.

Riset di Jerman, Malaysia, Yordania, dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa mereka yang berpakaian menutupi seluruh tubuh yang mengalami kekurangan vitamin D adalah mereka yang sangat menghindari paparan cahaya matahari dalam kesehariannya.

Berbagai penelitian ini menunjukkan bahwa model pakaian atau berhijab bukan yang menjadi penyebab utama kekurangan vitamin D, tapi penyebab utamanya adalah perilaku yang menjauhi paparan dengan cahaya matahari.

Di samping itu, berbagai studi dan rekomendasi kesehatan menunjukkan bahwa sinar untraviolet B (UV-B) dari cahaya matahari masih dapat menembus pakaian tipis meskipun dengan intensitas yang sedikit menurun.

Artinya kebutuhan cahaya matahari masih dapat terpenuhi dengan pakaian yang tidak tebal dan selama tidak menghindari lingkungan luar yang terpapar cahaya matahari.

Peranan UV
Pembentukan vitamin D aktif melalui proses yang kompleks.

Salah satu yang berperan adalah ultraviolet-B (UV-B) dari cahaya matahari. Orang yang kekurangan paparan cahaya matahari berisiko kekurangan vitramin D.

Sumber vitamin D awal berasal dari makanan dalam bentuk 7-dehidrokalsiferol atau yang lebih dikenal sebagai prekursor (calon) vitamin D.

Vitamin D ini bersifat larut dalam lemak, sehingga sumber-sumber makanan yang mengandungnya adalah makanan yang juga sebagai sumber asam lemak tubuh, seperti telur, ikan, daging dan kacang-kacangan.

Jumlah prekursor vitamin D yang dikonsumsi akan berbanding lurus dengan konsumsi lemak seseorang. Begitu juga dengan proses pencernaan dan penyerapannnya, yang beriringan dengan proses pencernaan dan penyerapan lemak. Ada peranan asam empedu dan enzim-enzim yang berperan pada pencernaan lemak tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved