Travelling

Ada Malang Tempo Dulu Versi Mini pada Festival Tong Tong Night Market di Shalimar Boutique Hotel

MALANG TEMPO DOELOE - Kini, Festival Tong Tong itu bisa ditemui di Kota Malang. Festival ini diselenggarakan mulai 26 hingga 27 Juli 2019.

Ada Malang Tempo Dulu Versi Mini pada Festival Tong Tong Night Market di Shalimar Boutique Hotel
Benni Indo
BERGAYA - Suasana retro mirip Malang Tempo Dulu (MTD) tersaji di depan The Shalimar Boutique Hotel, Jl Cerme No 16, Kelurahan Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen, Kota Malang. 

Nuansa khas Kota Malang semakin terasa dengan adanya keunikan seperti Podjok Dolanan dan Tjemilan Raya untuk mengenang masa era 90-an. Ada juga jajaran kendaraan transportasi kuno mulai dari mobil dan sepeda kayuh.

Lily Tjokro Setyo, pemilik The Shalimar Boutique Hotel Malang yang pernah 13 tahun tinggal Belanda menceritakan, ia pernah datang ke Festival Tong Tong di Belanda. Terinspirasi akan hal itu, ia pun mengaplikasikannya di Kota Malang.

“Saat saya berada di Belanda, festival ini dinanti oleh masyarakat, makanan khas terutamanya. Saya sebagai WNI cukup terkejut, negara orang luar saja bisa menyelenggarakan acara seperti ini,” terangnya.

Tak ingin lebih meriah dari Belanda, Lily pun mengadakan Festival Tong Tong di Indonesia, khususnya di Kota Malang. Sebagai bentuk awal, ia ingin agar anak-anak muda bisa mengenal sehingga nantinya bisa meramaikan dan mempertahankan budaya nusantara.

Festival kali ini adalah yang keempat. Mengusung tema Urban Cultural Heritage, yakni perpaduan warisan budaya sejarah dan kontemporeryang disatukan dan ditampilkan sebagai bagian dari penafsiran kembali wisata budaya lokal.

Suasana retro mirip Malang Tempo Dulu (MTD) tersaji di depan The Shalimar Boutique Hotel, Jl Cerme No 16, Kelurahan Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Suasana retro mirip Malang Tempo Dulu (MTD) tersaji di depan The Shalimar Boutique Hotel, Jl Cerme No 16, Kelurahan Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen, Kota Malang. (Benni Indo)

“Tujuan saya mengadakan Tong Tong Night Market, mengingatkan warga khususnya kaula muda, harus dipertahankan budaya seperti ini,” katanya.

Lily juga berterima kasih dan optimis Festival Tong Tong bisa dipertahankan di tahun-tahun berikutnya. Apalagi, festival itu sudah masuk ke kalender event Kota Malang. Ia pun ingin bisa masuk ke kalender event nasional.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan, keberadaan sejumlah acara budaya dan seni di Kota Malang adalah wujud syukur masyrakata yang hidup di Kota Malang. Katanya, Kota Malang adalah tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali.

Maka tidak heran, ketika acara kebudayaan dan kesenian banyak diselenggarakan di Kota Malang. Tidak terkecuali Festival Tong Tong yang mengusung tema terkait sejarah tempo dulu.

“Di Kota Malang, pada 2018 sudah ada 35 sampai 40 rumah ditetapkan sebagai heritage. Ini harus dirawat betul,” katanya.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved