Citizen Reporter

VIDEO - Diameter Kawah-kawah di Bulan Ternyata 80 Km sampai 2.000 Km, Inilah Penyebabnya

Kawah Daedalus di sisi jauh Bulan seperti yang terlihat dari pesawat ruang angkasa Apollo 11 di orbit Bulan. Daedalus memiliki diameter sekitar 80 Km.

Oleh: Katarina Miljkovic, ARC DECRA fellow, Curtin University

SURYAMALANG.COM - Lihatlah ke langit malam yang cerah. Anda dapat melihat beberapa formasi melingkar di permukaan benda angkasa tetangga kita, Bulan. Ini adalah kawah tumbukan, yang berbentuk cekungan melingkar yang dapat ditemukan di permukaan planet-planet.

Sekitar satu abad yang lalu, mereka diduga ada di Bumi meski asal kosmiknya sering dicurigai dan sebagian besar ahli geologi percaya bahwa kawah itu berasal dari gunung berapi.

Sekitar tahun 1960, ahli astrogeologi Amerika Gene Shoemaker, salah satu pendiri ilmu keplanetan, mempelajari dinamika pembentukan kawah di Bumi dan permukaan planet. Dia menyelidiki mengapa planet-planet – termasuk Bulan kita – begitu dipenuhi kawah.


Gambar dari Apollo

Pada tahun 1970, ada lebih dari 50 kawah ditemukan tapi penemuan itu masih dianggap kontroversial, sampai gambar permukaan Bulan dibawa oleh misi Apollo mengonfirmasi bahwa kawah tumbukan adalah proses geologis umum yang terjadi di luar Bumi.

Kawah Daedalus di sisi jauh Bulan seperti yang terlihat dari pesawat ruang angkasa Apollo 11 di orbit Bulan. Daedalus memiliki diameter sekitar 80 kilometer. NASA

Tidak seperti permukaan Bumi, permukaan Bulan dipenuhi dengan kawah. Ini karena Bumi adalah planet yang dinamis, di mana gempa tektonik, gunung berapi, angin, dan lautan melawan terbentuknya kawah-kawah yang di permukaannya.

Itu tidak berarti Bumi – bahkan Australia – belum pernah terbentur batuan dari ruang angkasa.

Planet kita seharusnya dihantam oleh lebih banyak batu dari luar angkasa ketimbang yang dialami Bulan, sederhananya karena planet kita berukuran lebih besar.

Berbeda dengan Bumi, Bulan kita tidak aktif selama rentang waktu geologis yang panjang serta tidak memiliki atmosfer, yang memungkinkan kawah tumbukan bertahan selama ribuan tahun. Kawah Bulan merekam seluruh sejarah tumbukan yang terjadi dari asal mula Bulan terbentuk hingga saat ini.

Kawah yang besar

Kawah tumbukan terbesar dan tertua di tata surya diyakini berada di Bulan, dan disebut cekungan Kutub Selatan Aitken, tapi kita tidak dapat melihatnya dari Bumi karena ia berada di sisi jauh Bulan. Posisi Bulan terkunci pada rotasi Bumi sehingga sisi yang sama selalu menghadap ke arah kita.

Cekungan Kutub Selatan Aitken yang ditampilkan dari data ketinggian yang menunjukkan bukan warna aslinya. Tengah kawahnya merupakan bagian rendah berwarna biru tua dan ungu, sedangkan gunung di tepinya, sisa-sisa cincin luar, berwarna merah dan kuning. NASA/GSFC/University of Arizona
Halaman
123
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved