Kota Batu

BPBD Kota Batu Cemas, Kawanan Rusa dan Monyet Liar Terganggu Kebakaran Gunung Arjuno

GUNUNG ARJUNO TERBAKAR - "Dampak kebakaran ini bisa mengganggu satwa liar seperti Monyet dan beberapa kawanan Rusa yang masih ada di sana," ucapnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: yuli
istimewa
Kebakaran kembali melanda Gunung Arjuno, Jawa Timur, Selasa (30/7/2019). 

GUNUNG ARJUNO TERBAKAR - "Dampak kebakaran ini bisa mengganggu satwa liar seperti Monyet dan beberapa kawanan Rusa yang masih ada di sana," ucapnya. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Kebakaran di Gunung Arjuno berpotensi mengganggu kehidupan satwa liar yang ada di sana.

Kepulan asap kembali membumbung tinggi di Gunung setinggi 3.339 meter itu setelah kemarin berhasil dipadamkan.

Asap tersebut terlihat di Pos Pendakian Cangar.

Kepala Seksi Kedarutatan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim, mengatakan, kepulan asap terpantau sejak pukul 09:30 WIB.

"Dampak kebakaran ini bisa mengganggu satwa liar seperti Monyet dan beberapa kawanan Rusa yang masih ada di sana," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (30/7/2019).

Sementara itu, UPT Tahura Raden Soerjo, Dinas Perhutani Provinsi Jawa Timur, Achmad Wahyudi mengatakan, kebakaran itu terjadi di lokasi yang tak jauh dari posisi kebakaran sebelumnya.

Kebakaran itu melanda Pohon Cemara yang berada sekitar satu kilometer dari Gentong Growah.

"Sudah ada 18 personel gabungan yang ada di atas, info sementara mereka sedang menjangkau ke titik lokasi kebakaran," ucapnya.

Wahyudi mengatakan, hingga sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran di Gunung Arjuno tersebut.

Kemungkinan, kebakaran disebabkan oleh faktor alam seperti lompatan bara api dari kebakaran yang kemarin.

"Meskipun kemarin sudah berhasil dipadamkan, tapi tidak 100 persen padam. Karena masih ada bara api. Nah faktor angin yang cukup kencang bisa saja meniup bara api tersebut," ucapnya.

Untuk pemadaman, petugas melakukannya dengan cara manual, karena di titik lokasi kebakaran jauh dari sumber mata air.

Kata Wahyudi, pemadaman dilakukan dengan cara menumbukkan batang pohon, dan kemudian membabati ilalang yang ada di sekitaran titik lokasi yang terbakar agar tidak merembet.

"Titik kebakaran masih di punggungan yang sama, tapi jaraknya agak jauh sekitar satu kilometer," ucapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved