Kabar Sidoarjo

Jaksa Sidoarjo Terus Usut Kasus Dana KONI, Total Sudah Periksa 30 Orang

JAKSA #SIDOARJO USUT KASUS DANA HIBAH KONI. Mereka yang sudah diperiksa, antara lain, Sekda Sidoarjo Ahmad Zaini, istri Wakil Bupati Ida Nur Ahmad

Jaksa Sidoarjo Terus Usut Kasus Dana KONI, Total Sudah Periksa 30 Orang
sidoarjokab.go.id
Bupati Sidoarjo Saiful Illah saat memberangkatkan 485 atlet yang akan bertanding di Porprov VI Jatim pada Juni 2019.

JAKSA SIDOARJO USUT KASUS DANA HIBAH KONI. Mereka yang sudah diperiksa, antara lain, Sekda Sidoarjo Ahmad Zaini, istri Wakil Bupati Ida Nur Ahmad Syaifudin, dan anggota DPRD Sidoarjo Hamzah Purwandoyo yang juga jadi pengurus KONI.

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Proses pengusutan kasus dugaan penyelewengan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo terus berlanjut. Satu per satu pihak terkait dalam aliran dana APBD itu dimintai keterangan oleh penyidik kejaksaan.

Secara total, sudah ada sekitar 30 orang yang dimintai keterangan dan klarifikasi oleh penyidik Pidsus (pidana khusus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Informasi yang berhasil dihimpun, sepanjang Rabu (31/7/2019) ada lima orang yang dimintai keterangan. Termasuk auditor internal KONI Sidoarjo dan pengurus cabor di bawah naungan KONI.

Namun, seperti sebelumnya, pihak kejaksaan juga enggan memberi keterangan ke media dengan alasan masih proses klarifikasi dan pengumpulan keterangan.

"Kami masih melakukan klarifikasi, mengumpulkan keterangan dan alat bukti terkait itu. Apakah benar atau tidak dugaan penyelewengan dana hibah itu, kami belum bisa berkomentar," kata Plh Kepala Kejari Sidoarjo Dyah Ambarwati.

Sebelumnya, sejumlah pengurus KONI Sidoarjo juga sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik.

Termasuk cabor-cabor di bawah KONI, Sekda Sidoarjo Ahmad Zaini, istri Wakil Bupati Ny Ida Nur Ahmad Syaifudin, anggota DPRD Sidoarjo Hamzah Purwandoyo yang juga jadi pengurus KONI, serta sejumlah pihak lain.

Yang sedang diusut oleh penyidik Pidsus Kejari Sidoarjo adalah dugaan adanya penyelewengan dana hibah KONI Sidoarjo. Yakni dana hibah dari APBD Sidoarjo tahun 2015-2018.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Ketua KONI Sidoarjo Franki Effendi menyebut bahwa anggaran di KONI tidak ada yang dimainkan.

"Pemanggilan dari kejaksaan itu kan sifatnya hanya klarifikasi. Dan kita bisa memaklumi, jika ada laporan kemudian kejaksaan menindaklanjutinya," ujar Franki.

Dalam hal ini, dirinya mengaku tidak dapat panggilan dari kejaksaan. Tapi diyakinkan, tidak ada masalah dalam pengelolaan dana hibah di KONISidoarjo. "Tidak ada yang dimainkan,' tandasnya.

Penulis: M Taufik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved